Kementerian Ekraf Dukung Film 'Hayya 3: Gaza': Diplomasi Kreatif melalui Industri Perfilman

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 13 Juni 2025
Kementerian Ekraf Dukung Film 'Hayya 3: Gaza': Diplomasi Kreatif melalui Industri Perfilman

Jakarta, 13 Juni 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) bersama Kementerian Luar Negeri mendukung film Indonesia produksi Warna Kreasi Sinema, Hayya 3: Gaza, yang mengangkat isu humanisme global dengan menyelenggarakan exclusive screening bersama para duta besar asing di CGV FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 13 Juni 2025.

Wamenekraf bersama sejumlah duta besar negara sahabat menghadiri pemutaran film Hayya 3: Gaza. Kemenekraf mendukung film ini sebagai bagian dari diplomasi kreatif yang menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui industri perfilman, CGV FX Sudirman, Jakarta (13/06/25).

Kegiatan nonton bareng ini dihadiri tamu undangan dari 5 negara, seperti Duta Besar Armenia, Serob Bejanyan; Duta Besar Serbia, Ivana Golubovic Duboka; Duta Besar Azerbaijan, Ramil Rzayev; Duta Besar Sudan, Yassir Mohamed Ali; dan Duta Besar Syria, Abdulmonem Annan. Hadir pula beberapa pemain film Hayya 3 Gaza antara lain Cut Syifa sebagai Shafira, Asma Shahab sebagai Hayya, dan Andy Boim beserta sutradara filmnya, Jastis Arimba.

Wakil Menteri (Wamen) Ekraf, Irene Umar menyebut Film Hayya 3: Gaza sebagai bukti nyata subsektor ekonomi kreatif seperti perfilman mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang simpatik kepada publik.

“Saya sangat mengapresiasi para sineas yang sudah meng-capture sesuatu yang sedih bisa dikemas dengan banyak sekali emosi di dalamnya. Hal yang paling penting dari Film Hayya 3: Gaza ialah its not fight against anyone, but this is a fight for humanity,” kata Wamen Ekraf Irene.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Kementerian Ekraf berkomitmen untuk mendukung film-film Indonesia yang menyebarkan nilai-nilai positif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif. Seperti film Hayya 3: Gaza yang terus menyuarakan genosida di Palestina untuk mengasah rasa kemanusiaan dan sebagai bentuk penguatan diplomasi lintas negara.

“Gaza merupakan sesuatu yang sedang terjadi dan soulful. Meski kita tak bisa berangkat ke Palestina, kita bisa memfasilitasi diri dengan berdoa kepada Yang Mahakuasa dan berhak memilih untuk membeli produk buatan Indonesia, termasuk menonton film Indonesia seperti Hayya 3: Gaza. Ayo! Kita bersama menonton film Indonesia supaya bisa menjadi raja di negara sendiri dan merajalela ke seluruh dunia,” tegas Wamen Ekraf Irene.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

Hal senada disampaikan eksekutif produser Film Hayya 3: Gaza, Imam Saptono, yang mendukung perjuangan bangsa Palestina dengan memproduksi film-film Indonesia bertema religi dan sosial.

“Film Hayya 3: Gaza bicara tentang kemanusiaan yang sifatnya universal dan kembali ke fitrah. Sebenarnya kunci dalam film ini tidak dalam konteks menjual penderitaan, tetapi kebajikan. Kehadiran semua penonton malam ini juga bukan hanya seremonial, tetapi mercusuar kemanusiaan dan energi bagi kami untuk terus membuat film lain,” ucap Imam.

Produser sekaligus penulis buku best seller, Asma Nadia, juga menambahkan bahwa para penonton yang sudah membeli tiket film Hayya 3: Gaza berarti turut memberi kontribusi atau donasi dalam bentuk bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

“Ini film kelima dari Warna Pictures sebagai sedekah atau amal besar demi kemanusiaan, khususnya Palestina. Insya allah, 40% dari keuntungan film Hayya 3: Gaza akan disumbangkan ke Palestina dan sisanya akan menjadi modal untuk membuat film lain berdasarkan novel karya saya. Saya harap semua yang hadir bisa menikmati film ini dan doakan kami bisa membuat film lebih baik lagi,” ungkap Asma Nadia.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu juga menyebut bahwa film Hayya 3: Gaza membuka kesadaran kemanusiaan yang bisa dilihat dan dirasakan para penonton di bioskop.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf.

“Saya sudah menonton film ini tiga kali dan ini menjadi film Indonesia yang membangkitkan rasa peduli. Teman-teman dari Warna Pictures juga telah membuktikan kiprahnya membuat karya ini sebagai bentuk diplomasi melalui sub sektor ekonomi kreatif, perfilman,” imbuh Deputi Agustini.

Dalam acara ini, hadir juga Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf, Doni Setiawan dan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Ekraf.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Film, Animasi, dan Video

Postingan Terkait

gambar   Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa
Menteri Ekraf di Save My Generation Conference: Kreativitas Generasi Muda Luar Biasa

Bekasi, 18 April 2026 - Ekonomi kreatif lekat dengan generasi muda. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyadari modal itu perlu dukungan banyak pihak untuk menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih melaju.

...
gambar Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair
Wamen Ekraf Apresiasi Perayaan Paskah Berbasis Edukasi Warisan Budaya di Easter Fair

Jakarta, 5 April 2026– Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan The Dharmawangsa Jakarta menghadirkan Easter Fair sebagai perayaan Paskah keluarga dengan sentuhan inovatif melalui pendekatan edukatif serta kreativitas berbasis kearifan lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

...
gambar   Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa
Upacara HUT ke-80 RI di Kementerian Ekraf, Kreativitas Jadi Sumber Kemajuan Bangsa

Jakarta, 17 Agustus 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengajak ASN jajaran Kementerian Ekraf mentransformasi kemerdekaan menjadi inovasi dan kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Menteri Ekraf dalam Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Ekraf di Gedung Film, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

...