Kementerian Ekraf Dukung Jakarta Innovation Days 2025: Kota sebagai Ruang Kolaborasi dan Inovasi

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 21 Oktober 2025
Kementerian Ekraf Dukung Jakarta Innovation Days 2025: Kota sebagai Ruang Kolaborasi dan Inovasi

Jakarta, 21 Oktober 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penuh penyelenggaraan Jakarta Innovation Days (JID) 2025 yang berlangsung 21-25 Oktober di Thamrin Nine Ballroom dan kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Acara yang menghadirkan lebih dari 100 booth inovasi ini menjadi wadah strategis memperkuat ekosistem kreatif dan kolaborasi lintas sektor di Ibu Kota.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menghadiri Opening Ceremony Jakarta Innovation Days 2025 yang berlangsung di Ballroom Thamrine Nine, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

“Kota bukan hanya ruang hidup, tetapi juga ruang tumbuh bagi ide-ide kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha adalah kunci untuk menciptakan kota yang adaptif dan berdaya bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.

Acara yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta melalui Bappeda DKI ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi kreatif di Ibu Kota.

Mengusung semangat “Innovation for All”, JID 2025 menghadirkan lebih dari 100 booth inovasi dan instalasi kreatif yang tersebar di kawasan Dukuh Atas, mulai dari area ballroom, mall agora, hingga ruang publik transit. Program ini juga diisi dengan rangkaian Innovation Talks, Creative Market, serta Jakarta Innovation Awards sebagai puncak acara.

Menteri Ekraf menyampaikan bahwa inovasi dan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam membentuk wajah kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa inovasi perkotaan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Jakarta harus menjadi contoh kota modern yang bergerak maju lewat inovasi yang implemental, bukan sekadar konsep baru. Kita ingin kota ini nyaman, inklusif, dan terus menjadi ruang bagi warga untuk berkreasi dan berinovasi,” kata Pramono.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi penyelenggaraan JID yang menggabungkan pameran, instalasi seni, dan aktivasi ruang publik sebagai satu ekosistem kreatif.

“Kalau melihat booth dan instalasi yang tersebar hingga ke area agora dan Dukuh Atas, ini menunjukkan betapa luasnya radius kolaborasi JID. Ini bukan hanya pameran, tapi ekosistem hidup yang menegaskan Jakarta sebagai kota kreatif,” ujar Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta Deftrianov menambahkan bahwa JID merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI dalam memperluas ekosistem inovasi daerah yang adaptif terhadap perubahan.

“Melalui JID, kita melihat bagaimana ruang publik dapat diubah menjadi ruang kolaborasi. Dukuh Atas bukan sekadar titik transit, tapi playground bagi masyarakat, tempat ide dan inovasi bisa tumbuh,” jelasnya.

Kementerian Ekraf menilai inisiatif seperti JID 2025 berperan strategis dalam memperkuat karakter Jakarta sebagai kota kolaboratif dan berdaya saing global. Melalui sinergi lintas sektor, kota tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang memicu kreativitas dan inovasi berkelanjutan.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif

Kolaborasi
Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
ekonomi digital
Pemberdayaan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ekosistem Konten Digital
Kolaborasi Industri Kreatif
Subsektor Ekonomi Kreatif - Desain Produk
Membangun Ekonomi Kreatif dari Daerah
Kemenekraf/Bekraf
Subsektor Desain Komunikasi Visual
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kemajuan Ekonomi Kreatif
Potensi Besar Ekonomi Kreatif
Produk Lokal Pacu Ekonomi Kreatif
Perkuat Ekosistem Ekraf