Jakarta, 14 Oktober 2026 – Tujuh musisi lokal ambil bagian dalam Pemberdayaan Musisi Lokal Sumatera Bangkit di Padang Youth Center/Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat dalam rangka Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP). Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan keterlibatan para musisi tersebut merupakan upaya menjaga keberlanjutan aktivitas berkarya sekaligus memberikan dukungan bagi pelaku musik yang menghadapi dampak bencana.
Tujuh musisi lokal ambil bagian dalam Pemberdayaan Musisi Lokal Sumatera Bangkit di Padang Youth Center/Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat dalam rangka Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Jakarta 14/10/2026.
Sebanyak tujuh musisi lokal berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Khayra Hudaci dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Elsa Mayora dari Kabupaten Pasaman Barat, Khairat KDI dari Kabupaten Solok Selatan, Rhenima dan Ajoe Buset dari Padang Pariaman, Grup Rabab Bintang Utara dari Kabupaten Pesisir Selatan, serta Ilham Pranizuki dari Kota Padang. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026 melalui Deputi Bidang Kreativitas Media dan Direktorat Musik, Kementerian Ekraf.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, memandang keberlanjutan aktivitas ekonomi kreatif memiliki peran dalam mendukung pemulihan masyarakat setelah bencana. Menurut Menteri Ekraf, kesempatan bagi pelaku kreatif untuk kembali produktif perlu menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi di daerah terdampak.
“Pemberdayaan Musisi Lokal Sumatera Bangkit bukan sekadar tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas dapat menjadi bagian dari proses pemulihan dan kebangkitan masyarakat. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat musisi lokal sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif Sumatera untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Cecep Rukendi, menilai pengembangan musisi daerah memerlukan akses yang lebih luas terhadap pasar dan ekosistem industri musik. Dukungan tersebut penting agar para pelaku musik dapat memperkuat posisi karya mereka dalam industri serta mengembangkan peluang usaha secara berkelanjutan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
“Musisi lokal merupakan bagian penting dari kekayaan kreativitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami mendorong musisi di daerah terdampak bencana untuk terus berkarya, memperluas akses pasar, dan semakin naik kelas,” ujar Cecep.
Sebagai bagian dari kegiatan, Kementerian Ekraf menghadirkan Paviliun AKTIF: Konsultasi Industri Musik yang menyediakan lima stan layanan konsultasi bagi musisi dan pelaku industri musik lokal. Paviliun ini melibatkan Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Lembaga Manajemen Kolektif Hak Terkait PAPPRI, Massive Music Entertainment, serta LOKA Musik. Layanan tersebut menjadi sarana peningkatan literasi industri, khususnya mengenai perlindungan karya, pengelolaan hak terkait, penerbitan musik, dan distribusi karya.
Direktur Musik Kementerian Ekraf, Mohammad Amin, menjelaskan bahwa penyediaan ruang tampil merupakan salah satu bentuk dukungan bagi musisi yang aktivitasnya terdampak bencana.
“Keterlibatan musisi dari daerah terdampak banjir menjadi salah satu pesan utama kegiatan ini. Mereka diberikan kesempatan untuk tampil di hadapan publik, memperkenalkan karya dan karakter musik daerah masing-masing, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri dan jejaring profesional setelah menghadapi kondisi sulit akibat bencana,” ujar Mohammad Amin.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Wahendra yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza yang mewakili Wali Kota Padang. Perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) juga meninjau pelaksanaan kegiatan, khususnya Paviliun AKTIF. Melalui keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri, Kementerian Ekraf berharap pemanfaatan fasilitas konsultasi serta ruang kreatif publik dapat memperkuat dukungan bagi musisi lokal selama proses pemulihan pascabencana.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif




