Jakarta, 13 Oktober 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), memperkuat penjajakan kolaborasi strategis bersama platform marketplace berbasis komunitas, Toco. Langkah ini diambil guna memperluas akses pasar digital serta meningkatkan kapasitas para pegiat ekonomi kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi bebas biaya administrasi.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsyah beraudensi dengan Toco untuk memperkuat penjajakan kolaborasi strategis bersama platform marketplace berbasis komunitas, Jakarta Selasa (13/10/2026).
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya sinergi dengan platform digital untuk membantu para pelaku ekraf mengoptimalkan jangkauan pasar dan mengembangkan skala usaha secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak pegiat ekraf lokal menjadi local hero go national.
“Kolaborasi dengan platform digital perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif. Akses pasar yang lebih luas, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas usaha menjadi bagian penting agar produk kreatif lokal semakin berdaya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky dalam audiensi bersama Founder dan CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (13/10).
Toco merupakan platform marketplace dan iklan baris digital berbasis komunitas asal Indonesia yang diluncurkan pada Agustus 2024. Platform ini menerapkan kebijakan bebas biaya administrasi (0 persen) bagi penjual, serta dilengkapi ekosistem pendukung seperti layanan pembayaran, logistik, pengelolaan toko daring, hingga penguatan komunitas.
Founder dan CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, menyampaikan komitmennya untuk memperluas cakupan kerja sama yang telah terbangun bersama Kementerian Ekraf. Salah satu langkah terobosan yang disiapkan adalah penyediaan kanal khusus (dedicated landing page) dalam platform Toco untuk menampilkan karya dan produk para pegiat ekraf nasional.
“Kami berencana menghadirkan satu halaman landing page yang informatif sebagai wadah kolaborasi. Melalui halaman tersebut, pelaku ekonomi kreatif, khususnya talenta baru atau yang sedang dikembangkan, dapat memperoleh ruang khusus untuk memperkenalkan karya dan potensinya. Selain itu, data yang tersedia juga dapat diolah lebih lanjut untuk mengoptimalkan program-program yang telah berjalan,” ujar Arnold.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
Skema zero admin fee dari Toco menjadi alternatif solutif bagi pelaku ekraf, khususnya subsektor kriya, kuliner, fesyen, hingga aplikasi, agar dapat memasarkan produk secara digital tanpa terbebani pemotongan margin margin penjualan.
Kerja sama Kementerian Ekraf dan Toco sebelumnya telah terwujud secara nyata melalui program Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE). Program ini memberikan pelatihan digitalisasi usaha bagi 300 pegiat ekraf di wilayah Lhokseumawe, Medan, dan Padang pada 11–31 Agustus 2026, sebagai upaya pemulihan dan penguatan ekonomi berbasis teknologi di kawasan pascabencana.
Turut hadir dalam audiensi tersebut General Counsel Toco Even Alex Chandra, serta Business Support & Trainer BDE Yusuf Ahmad. Sementara Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Aplikasi Tri Wahyudi.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
