Kementerian Ekraf Jembatani Penjajakan Kolaborasi Pemkot Tasikmalaya dan Bank Indonesia

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 2 Oktober 2026
Kementerian Ekraf Jembatani Penjajakan Kolaborasi Pemkot Tasikmalaya dan Bank Indonesia

Jakarta, 2 Oktober 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya sebagai penghubung dalam merajut jejaring antarlembaga guna memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. Sebagai wujud nyata langkah tersebut, Wamen Ekraf, Irene Umar, melaksanakan pertemuan penjajakan kolaborasi antara Walikota Tasikmalaya dengan Bank Indonesia untuk merumuskan sinergi strategis dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tasikmalaya ke-25 mendatang.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berdialog dengan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi (kedua kiri), saat menerima audiensi Wali Kota Tasikmalaya bersama Bank Indonesia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

"Hari ini kami hadir sebagai penghubung antara Tasikmalaya dan Bank Indonesia. Prinsipnya, tak kenal maka tak sayang. Yang terpenting adalah kita sudah mulai terhubung di bulan Oktober ini, sehingga ke depannya kita bisa bersama-sama merancang perencanaan yang matang dan berkelanjutan," ujar Irene Umar di Kantor Kementerian Ekraf, Jumat (2/10).

Audiensi ekonomi kreatif hari ini dengan pihak Tasikmalaya merupakan tindak lanjut strategis dari pertemuan pertama pada 27 Juli 2026 guna memperkuat sinergi dan akselerasi pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah, yang dalam kesempatan ini turut membahas perkenalan profil Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2026 bertema "Langkah Santun Jiwa Tangguh" serta diskusi terfokus mengenai penguatan sektor ekonomi lokal melalui penyelenggaraan berbagai sub-event yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Dalam hal ini, Kementerian Ekraf terus mengintegrasikan penguatan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan unsur asosiasi, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, dan lembaga keuangan juga akan membuat ekosistem ekonomi kreatif tumbuh semakin inklusif, adaptif dan implementatif. Sinergi menyeluruh dari keenam pilar tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak utama dalam menghidupkan ekonomi daerah serta menyejahterakan masyarakat.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

"Bicara ekonomi kreatif dan city branding, kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Saatnya meruntuhkan sekat kelembagaan, tanpa ada tembok pembatas antar-kementerian, daerah, maupun latar belakang. Kolaborasi heksaheliks yang utuh adalah kunci agar kita bersatu dalam semangat merah putih, tidak hanya menggema di Hari Ekonomi Kreatif Nasional, tetapi juga mampu menembus panggung internasional,” tambah Wamen Ekraf

Rangkaian acara yang ingin dilaksanakan meliputi festival seni budaya, pameran produk UMKM, ajang olahraga, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga. Seluruh kegiatan itu dirancang untuk menyemarakkan peringatan hari jadi daerah dengan melibatkan partisipasi publik secara masif.

"Terima kasih kepada Ibu Wamen yang telah mempertemukan kami langsung dengan BI Pusat guna membahas sejarah Tasik Oktober Festival, yang sejak awal memang diinisiasi oleh BI. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memperkuat potensi Tasikmalaya sebagai kota jasa religius serta destinasi pariwisata ramah Muslim. Kami berharap BI Pusat terus memberikan dukungan penuh agar kita dapat terus berkolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif dan menjadikan Tasikmalaya sebagai hub pariwisata utama di Priangan Timur,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Peluang kolaborasi yang bisa dilakukan Tasikmalaya dengan Bank Indonesia mencakup pengembangan digitalisasi sistem pembayaran bagi UMKM serta dukungan pembiayaan kreatif. Sinergi perbankan sentral ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi digital di tingkat lokal.

“Kolaborasi strategis ini dirancang untuk memastikan bahwa integrasi teknologi pembayaran digital tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal serta keberlanjutan usaha para pelaku UMKM kuliner di wilayah tersebut, sehingga Kami siap bersinergi dan memberikan dukungan berkelanjutan untuk mewujudkan tujuan bersama, tetapi izin kami akan tindak lanjuti dan diskusikan terlebih dahulu mengenai apa saja yang bisa kami support nantinya,” ujar Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Nenden Endah Sari.

Dalam audiensi turut hadir Asisten Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Yopy Agung Prabowo; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana. Sementara itu, Wamen Ekraf didampingi oleh Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi