Jakarta, 23 September 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi LYNK.ID untuk membahas perkembangan bisnis digital dan penguatan ekosistem creator economy di Indonesia. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi LYNK.ID untuk membahas perkembangan bisnis digital dan penguatan ekosistem creator economy di Indonesia. di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu, (23/09/2026).
Menekraf mengatakan, perkembangan platform digital perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah kreator dan wirausaha digital di Indonesia. Menurutnya, keberadaan platform yang dapat membantu kreator mengelola dan mengembangkan aktivitas bisnis digital berpotensi memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif.
“Sebagai kementerian baru, pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di daerah. Aplikasi juga menjadi salah satu sektor dengan investasi yang besar di Indonesia dan merupakan bagian dari prioritas yang perlu terus kita kembangkan. Di sisi lain, creative hub telah hadir di banyak daerah dan perlu diaktivasi agar mampu mencetak pegiat ekraf yang berkualitas, antara lain melalui pengembangan kapasitas dan sertifikasi,” ujar Menekraf, Rabu (23/9).
LYNK.ID merupakan platform bisnis digital yang membantu kreator membangun audiens, mendistribusikan konten, menjual produk dan layanan digital, serta memonetisasi karya dalam satu ekosistem. Platform tersebut dimanfaatkan kreator konten, pelaku bisnis daring, dan individu untuk mengembangkan aktivitas digital.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Menekraf menambahkan, Kementerian Ekraf terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai platform dan pelaku industri digital. Langkah ini diarahkan untuk memperluas peluang bagi kreator sekaligus mendorong aktivitas kreatif berbasis digital berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Karena itu, kami terus memperbarui roadmap jangka pendek dan menengah yang lebih terarah untuk semakin memperkuat setiap program, sekaligus memastikan kolaborasi yang dibangun dapat dirasakan manfaatnya oleh ekosistem. Kementerian Ekraf memiliki dua fokus besar, yaitu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, LYNK.ID dapat menjadi salah satu kolaborator, khususnya dalam memberikan pelatihan, memperkuat kapasitas pelaku, serta memperluas dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital,” kata Teuku Riefky.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, juga membahas tren serta kebutuhan bisnis digital di kalangan kreator dan pelaku ekonomi kreatif. Pertukaran wawasan mengenai perkembangan tersebut dinilai penting agar dukungan terhadap pelaku ekraf semakin relevan dengan perubahan perilaku konsumen, teknologi, dan model bisnis digital.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Founder LYNK.ID Agusleo Halim mengatakan, platform tersebut hadir sejak 2021 sebagai operating system bagi konten kreatif. Saat ini, LYNK.ID telah memiliki lebih dari 10 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan jutaan transaksi. Di LYNK.ID, kreator tidak hanya mendapatkan penghasilan dari transaksi, tetapi juga dari views yang dihasilkan. Karena itu, LYNK.ID tidak sekadar menjadi platform untuk berjualan, tetapi juga menjadi ekosistem yang mendukung kreator dalam mengembangkan karya dan aktivitas ekonominya.
“Kami tidak hanya menghadirkan website dan affiliate marketplace yang bisa diakses oleh semua orang untuk bisa langsung berjualan, tetapi juga membangun ekosistem media yang saat ini melibatkan sekitar 20 media agar seluruh ekosistem dapat terhubung secara lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar. Apa pun yang kami lakukan bersama memiliki kesamaan tujuan, yaitu memperkuat dan mengakselerasi ekosistem ekonomi kreatif. LYNK.ID siap berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk bersama-sama mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Agusleo.
Audiensi tersebut turut dihadiri IP Director LYNK.ID Bilal Faranov Bilal Faranov; Manajer Operasional Ristya; Community Officer Tasya Kusmillenda, serta Direktur Konten Digital Kementerian Ekraf Yuana Rochma Astuti.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
