Kementerian Ekraf Manfaatkan Big Data Perkuat Ekonomi Kreatif saat Audiensi dengan PERPI dan NIQ

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 16 September 2025
Kementerian Ekraf Manfaatkan Big Data Perkuat Ekonomi Kreatif saat Audiensi dengan PERPI dan NIQ

Jakarta, 15 September 2025 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis data. Untuk itu Kementerian Ekraf menggelar audiensi strategis dengan Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (PERPI) dan NielsenIQ (NIQ).

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (PERPI) dan NielsenIQ (NIQ), Jakarta, Senin (15/09/2025).

“Kolaborasi dengan pelaku riset global seperti NielsenIQ dan perusahaan riset pemasaran lainnya di bawah naungan PERPI akan memberikan insight yang presisi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promosi digital subsektor kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam audiensi di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Senin, 15 September 2025.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky menegaskan pentingnya riset berbasis data untuk mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif. Untuk itu pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memanfaatkan big data, riset, dan analisis konsumen sebagai dasar penguatan kebijakan dan promosi subsektor ekonomi kreatif nasional.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Menurutnya, pemetaan potensi pasar dan perilaku konsumen berbasis data dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kreatif dari tingkat daerah hingga global. Selain itu Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menjelaskan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Ekraf berkaitan dengan ekosistem bisnis bahkan ekonomi nasional di mulai dari pertumbuhan PDB, Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Nilai Ekspor.

"Kementerian Ekraf memiliki 8 kluster program yang disebut Asta Ekraf, Jadi kira-kira ini yang kita kita kerjakan, betul kita sekarang masih lebih banyak menyentuh ke para pegiat nya. Tapi, pegiat ini supaya lebih di tepat sasaran ke pasar seperti apa. Jadi itu yang saya pikir memang penting, sehingga nanti kita bisa lihat di mana peluang kerja samanya," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Ketua Umum PERPI, Amalia Paera, menambahkan bahwa asosiasi riset pemasaran yang beranggotakan 51 perusahaan ini akan menjadi mitra strategis untuk memastikan riset berjalan inklusif dan akuntabel.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“PERPI, melalui riset tahunan Market Behaviour Outlook, memberikan insight berbasis data yang dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran dengan lebih memahami kebutuhan pasar berdasarkan data sehingga semua program strategis akan tepat sasaran. Kita melihat banyak kolaborasi yang bisa kita lakukan dan sangat mendukung semua kebijakan pemerintah, terutama pengembangan ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif yang sangat potensial. Sebagai asosiasi, kami dengan bangga siap men-support ekraf,” jelasnya.

Audiensi ini juga memiliki potensi kerja sama di bidang pengembangan Indonesia Creative Brand Index sebagai referensi promosi brand dan kekayaan intelektual lokal. Indeks ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha kreatif untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.

Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan data untuk Kementerian Ekraf membuat kebijakan berdasarkan data dan pengembangan subsektor prioritas, termasuk fashion, kuliner, aplikasi, dan gim. Data yang terintegrasi dari berbagai lembaga diharapkan mampu membuka peluang pasar baru dan memperkuat rantai nilai ekosistem kreatif di seluruh daerah, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif di Asia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Audiensi dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu beserta jajaran eselon II dan III Kementerian Ekraf, PERPI serta perwakilan NielsenIQ (NIQ)

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kemenekraf/Bekraf
Setahun Bekerja, Bergerak
Setahun Bekerja, Berdampak

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...