Kementerian Ekraf Pacu Pemulihan Padang Lewat Pemetaan AI Karya Startup Lokal

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 9 Oktober 2026
Kementerian Ekraf Pacu Pemulihan Padang Lewat Pemetaan AI Karya Startup Lokal

Jakarta, 9 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kreativitas Teknologi memacu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang melalui pemanfaatan inovasi teknologi berbasis Kecerdasan Artifisial (AI). Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang pada 5–7 Oktober 2026, Kementerian Ekraf menerjunkan tim untuk memetakan infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi terdampak guna menghasilkan data presisi bagi prioritas penanganan daerah.

Tim Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kreativitas Teknologi memetakan infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Padang, Sumatra Barat, Senin (5/10/2026).

Survei teknis selama tiga hari tersebut mencakup peninjauan infrastruktur strategis, mulai dari Jembatan dan Saluran Irigasi Gunung Nago, Jembatan Kalawi, Bendungan Lubuk Minturun, kawasan pertanian Batu Busuk, hingga kompleks Balai Kota dan Gedung DPRD Padang. Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf, Dandy Yudha Feryawan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan realisasi dari komitmen pemulihan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekraf Peduli untuk memastikan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada teknologi, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui pemetaan ini, kami berharap dapat memberikan gambaran dan data yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan rehabilitasi serta rekonstruksi di setiap lokasi sehingga dapat membantu pemerintah daerah untuk menentukan titik-titik yang memerlukan perhatian hingga penanganan lebih lanjut,” ujar Dandy Yudha Feryawan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Tommy TRD, mengapresiasi langkah lintas sektor ini. Kolaborasi ini melibatkan Diskominfo dan Bappeda Kota Padang sebagai koordinator ekosistem, serta pendampingan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian untuk kluster infrastruktur dan lahan produktif.

“Kami menyambut baik pemetaan ini. Perangkat daerah turun langsung sesuai kewenangan masing-masing agar data sebenarnya mampu menggambarkan kondisi di lapangan dan informasinya akan membantu kami melihat prioritas penanganan di titik-titik terdampak," ungkap Tommy.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan ekosistem ekraf nasional, Kementerian Ekraf menggandeng Niriksagara, startup pemenang Ekraftech Innovation Challenge 2025 yang bergerak di bidang pemetaan infrastruktur berbasis AI dan geospatial intelligence. Langkah ini sekaligus menjadi uji terap lapangan atas keandalan teknologi anak bangsa dalam penanganan tanggap darurat dan rekonstruksi.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Niriksagara merupakan pemenang Ekraftech Innovation Challenge tahun 2025, sebuah ajang yang telah mengidentifikasi dan mengkurasi inovasi teknologi dengan potensi untuk dikembangkan dan diterapkan dalam menjawab kebutuhan nyata. Co-Founder Niriksagara, Fransiscus Leonardo Siahaan, menyampaikan bahwa kegiatan di Kota Padang menjadi kesempatan untuk menguji teknologi pemetaan mereka pada kondisi lapangan yang sebenarnya.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan mengumpulkan dokumentasi berupa foto, video, dan citra udara drone di setiap titik. Data tersebut akan kami olah menggunakan AI, computer vision, dan geospatial intelligence sehingga dapat menjadi gambaran yang jelas bagi Pemerintah Kota Padang dalam melihat kondisi dan kebutuhan penanganan. Kami juga terbuka untuk berkoordinasi dengan dinas terkait apabila diperlukan data tambahan,” jelas Fransiscus.

Pendekatan ini sekaligus menjadi Proof of Concept (PoC) untuk melihat penerapan teknologi tersebut dalam konteks penanganan pascabencana secara langsung. Hasilnya tidak diarahkan untuk menggantikan proses perencanaan maupun kewenangan pemerintah daerah, tetapi diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan perspektif yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan pascabencana Sumatera.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Pada rapat koordinasi yang berlangsung 7 Oktober 2026, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang, Raf Indria meminta supaya hasil temuan Kementerian Ekraf dan Niriksagara dapat ditindaklanjuti masing-masing dinas terkait.

“Kami berharap temuan ini dapat didalami dan ditindaklanjuti tiap dinas. Apabila tim Niriksagara memerlukan data tambahan, kami siap membantu agar data yang diterima dapat lebih maksimal," ucap Raf Indria.

Hasil pemetaan di Kota Padang selanjutnya akan menjadi bahan analisis dan pembahasan bersama Pemerintah Kota Padang serta pemangku kepentingan terkait. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas rehabilitasi serta rekonstruksi, sekaligus memberikan pembelajaran mengenai bagaimana inovasi teknologi karya startup nasional dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan pascabencana #SumateraBangkit secara lebih responsif, berbasis data, dan sesuai dengan karakteristik daerah.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
01 / 03
Gallery 3 items
01
02
03
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi Industri Kreatif
Pemberdayaan Masyarakat
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif