Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Fesyen Nasional Lewat The CALLA Club

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 19 September 2026
Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Fesyen Nasional Lewat The CALLA Club

Jakarta, 19 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya mendorong subsektor fesyen sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional guna memperkuat daya saing, menembus pasar global, serta menyerap banyak tenaga kerja. Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, dalam perhelatan The CALLA Club di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Menghadiri perhelatan The CALLA Club di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9).

“Fesyen Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya dari segi kualitas dan kreativitas, tetapi juga kekayaan budaya yang senantiasa menjadi sumber inspirasinya. Sinergi antara perancang lokal dan industri kreatif harus terus dipupuk agar mampu menciptakan ekosistem rantai pasok yang solid serta berdaya saing internasional,” ujar Irene Umar.

Subsektor fesyen merupakan salah satu kontributor utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenekraf, kontribusi ekspor subsektor fesyen mencapai 58,55% (senilai 5,85 miliar dolar AS), naik dari periode sebelumnya sebesar 5,58 miliar dolar AS. Fesyen juga berkontribusi 14,77% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif dengan pertumbuhan mencapai 5,07%, membuktikan potensi besar produk busana nasional di pasar internasional.

“Di balik setiap karya fesyen terdapat talenta, keterampilan, inovasi, serta cerita tentang identitas Indonesia. Karena itu, fesyen memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas melalui perluasan jejaring bisnis dan apresiasi publik terhadap produk buatan dalam negeri,” tambah Irene Umar.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

The CALLA Club menggelar peragaan busana koleksi terbaru Pansy Land dengan menampilkan 12 anggota CALLA Squad dan 10 KOL Muse di atas runway. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Fashion Nation ke-20, yaitu perayaan dan pergelaran busana tahunan yang diselenggarakan oleh Senayan City. CALLA The Label sendiri merupakan brand fashion playful asal Bandung dengan karakter warna cerah serta motif berani yang didirikan oleh Yeri Afriyani pada 2017.

“Melalui gelaran ini, kami ingin merayakan perjalanan CALLA yang terus berkarya menuju satu dekade. Bersama CALLA Squad yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami sejak awal hingga sekarang, kami ingin membawa semangat komunitas ini ke dalam runway. Bagi kami, fashion adalah tentang mengekspresikan diri, having fun, dan merayakan siapa diri kita masing-masing,”ungkap Yeri Afriyani.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Wamenekraf turut menyaksikan peragaan busana The CALLA Club, menyapa para pelaku industri, dan meninjau area pameran untuk mendukung jenama fesyen lokal yang inklusif. Selain itu, Wamen Ekraf mengunjungi area Fashion Installation dari Gaya Archive Chapter 4 serta Pagelaran Sabang Merauke (PSM) untuk melihat hasil kolaborasi antara Indonesian Fashion Designers Council (IFDC) dan iFORTE.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kemenekraf/Bekraf