Tangerang, 31 Oktober 2025 — Memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan digital baru di Asia Tenggara, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memamerkan 13 startup unggulan berbasis AI, IoT, dan Blockchain dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Inovasi-inovasi ini tidak hanya menunjukkan kreativitas anak bangsa, tetapi juga langsung menyasar kebutuhan pasar global, dari keamanan siber hingga transisi ekonomi kreatif.
Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Startup dan Inovasi Digital di Trade Expo Indonesia 2025, Tangerang, Rabu (15/10/2025).
“Dari setiap startup yang hadir dalam acara TEI 2025 ini, kita melihat bahwa kreativitas dan teknologi dapat saling melengkapi. Inilah wajah baru dan masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang mandiri, inovatif, dan berdampak global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam acara The 40th Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Menteri Ekraf menyampaikan bahwa kehadiran berbagai startup lokal di TEI 2025 menjadi bukti nyata bahwa ekosistem ekonomi digital Indonesia telah berkembang pesat dan berdaya saing global.
Melalui Paviliun Teknologi Digital Baru, Kementerian Ekraf menghadirkan 13 startup unggulan karya anak bangsa yang menegaskan kapasitas Indonesia dalam melahirkan solusi teknologi kreatif yang berdaya saing global sekaligus mendorong ekspor produk digital ke pasar internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Ke-13 startup tersebut menampilkan beragam inovasi lintas sektor yang menunjukkan bagaimana kreativitas dan teknologi dapat terintegrasi untuk menjawab berbagai tantangan industri.
Di bidang teknologi imersif, AVS Simulator menghadirkan VSIM Mining, simulator pelatihan industri berbasis VR dan AI untuk meningkatkan efisiensi serta keselamatan kerja, sementara Eduhajj menawarkan pengalaman edukasi ibadah berbasis Virtual Reality yang memungkinkan pengguna belajar tata cara haji dan umrah secara interaktif.
Dari sisi analitik data dan keamanan digital, Socialcrab menghadirkan solusi social media analytics untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan berbasis data, sedangkan Peris.ai mengembangkan sistem keamanan siber generasi baru dengan Agentic AI yang dapat mendeteksi ancaman secara otomatis. Tak kalah penting, KRAFLAB.id menampilkan sistem identitas digital berbasis blockchain yang memperkuat perlindungan karya dan hak cipta pelaku kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Di sektor kesehatan dan keberlanjutan, Vitalwatch360 memperkenalkan wearable IoT berupa jam tangan pintar untuk pemantauan keselamatan kerja dan kesehatan industri, sementara Jejak.in membawa solusi teknologi iklim yang memungkinkan pengguna menghitung dan memantau jejak karbon secara real-time guna mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Pada bidang data analytics dan AI creative tools, Skema Data Indonesia berfokus pada media monitoring dan social listening untuk memahami opini publik dan tren digital, sedangkan Aimazing.id menggunakan generative AI untuk mendukung promosi visual UMKM agar tampil profesional dan kompetitif di pasar global.
Kreativitas digital juga hadir melalui Smashing Feathers, gim bertema bulutangkis yang mengadopsi teknologi AI untuk menghasilkan pengalaman bermain yang lebih realistis, serta Wordwise by Lunar Interactive, platform edutech berbasis gim yang memanfaatkan AI untuk pembelajaran bahasa Inggris interaktif. Menutup jajaran inovasi, Borneo Schematic menonjolkan teknologi desain digital yang mendukung pengembangan produk kreatif nasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Tak kalah penting, Kirana hadir sebagai platform AI yang memfasilitasi akselerasi ekspor UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, memadukan operasional, sales-marketing, finance, dan analitik dalam satu platform terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam menambahkan bahwa keterlibatan Kementerian Ekraf dalam TEI 2025 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar internasional bagi startup teknologi digital.
“Kami berkomitmen memperkuat fasilitasi, promosi, dan kolaborasi lintas sektor melalui business matching, showcase, serta kerja sama strategis yang membuka peluang investasi dan kemitraan global. Dengan begitu, produk digital Indonesia tidak hanya kompetitif di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif dunia,” ujar Neil.
Kehadiran startup yang difasilitasi oleh Kementerian Ekraf di TEI 2025 menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor dan promosi berkelanjutan, Kementerian Ekraf terus mendorong lahirnya solusi teknologi lokal yang memperkuat ketahanan digital sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku kreatif Indonesia di pasar global.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian nyata dari kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang selaras dengan semangat Asta Cita Ekraf, khususnya SINERGI EKRAF dan TALENTA EKRAF, yang mendorong penguatan ekosistem kreatif, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bagi masa depan Indonesia.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif
