Jakarta, 17 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membekali 50 pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN).
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membekali 50 pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) di di Creative Hub Samosir, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Creative Hub Samosir, Kamis (15/10), ini menjadi bagian dari Aktivasi Creative Hub untuk mempersiapkan pelaku usaha kreatif agar lebih siap mengakses sumber pembiayaan.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan peran Creative Hub dalam menghubungkan talenta kreatif dengan industri dan sumber pembiayaan. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini perlu memberikan dampak ekonomi nyata, mulai dari pengembangan usaha hingga penciptaan lapangan kerja.
“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Mohammed Ali Berawi, menilai penguatan kapasitas bisnis penting agar pelaku ekonomi kreatif mampu memanfaatkan fasilitas pendanaan secara optimal. Melalui CreaFIN, peserta dibekali pemahaman tentang kebutuhan modal, pilihan pembiayaan, dan peluang kemitraan untuk mengembangkan bisnis sesuai potensi produknya.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir, terutama dalam meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing. Kementerian Ekraf terus berupaya memfasilitasi akses pembiayaan, memperluas jejaring bisnis, serta membantu pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi usahanya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Mohammed Ali Berawi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, menyebut keterbatasan informasi dan permodalan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha kreatif. Ia berharap fasilitasi Kementerian Ekraf dapat membantu calon maupun pelaku usaha memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif daerah.
Pimpinan Cabang Bank Sumut Pangururan, Adi Nixon Marbun, memaparkan berbagai skema kredit produktif, termasuk program pembiayaan dengan subsidi bunga hingga nol persen. Peserta juga mendapat gambaran praktis mengenai pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan bisnis.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya tata kelola keuangan untuk meningkatkan kelayakan usaha dalam mengakses pembiayaan. Pelaku usaha perlu menata pencatatan transaksi, memahami arus kas, menghitung kebutuhan modal, dan menyusun model bisnis yang jelas.
Kegiatan ini menghadirkan Ari Tjahjanto sebagai pemateri pengelolaan keuangan usaha, serta Anggara Hayun Anujuprana yang memberikan materi fasilitasi akses pendanaan dan investasi. Peserta juga mengikuti pemaparan produk pembiayaan Bank Sumut, berbagi pengalaman penerima KUR, serta diskusi mengenai persyaratan pengajuan pembiayaan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
Melalui CreaFIN di Creative Hub Samosir, Kementerian Ekraf berupaya menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan lembaga keuangan dan dukungan pemerintah daerah. Pembekalan ini diharapkan membantu peserta menata pengelolaan usaha dan mempersiapkan akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis secara produktif dan berdaya saing.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif





