Jakarta, 19 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar program Literasi Bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sanggar Seni Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru, Kamis (17/9), ini diikuti oleh 50 pelaku usaha kreatif lokal.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi menggelar program Literasi Bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sanggar Seni Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru, Kamis (17/9), ini diikuti oleh 50 pelaku usaha kreatif lokal.
Inisiatif ini dirancang untuk membekali para pelaku ekraf dengan manajemen usaha dan keuangan, akses perbankan, serta pemahaman atas risiko finansial. Penguatan kapasitas ini memastikan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada reaktivasi usaha, tetapi mendorong pembentukan unit usaha yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
“Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan,” ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya.
Menurutnya, pemulihan pascabencana wajib menempatkan keberlanjutan usaha dan penghidupan masyarakat sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya kesiapan mendasar pelaku usaha sebelum memasuki tahap pendampingan lanjut dan integrasi pembiayaan.
"Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Anggara Hayun.
Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Anggara Hayun memberikan materi pengantar manajemen bisnis. Hadir pula perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Manager Retail Deposit Product & Solution Ahlan Azman Iskariman dan Micro Banking Cluster Manager Marwan Efendi Nasution, yang memaparkan skema dukungan perbankan. Sementara itu, Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Latifa Putri Radiansyah, memberikan edukasi pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Dia menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan mitra sosial menjadi penting karena kebutuhan pemulihan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu pihak.
“Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas pihak, dan inilah contoh nyatanya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat Tapanuli Selatan,” tutur Trianta.
Program ini menjadi langkah awal dari ekosistem pemulihan usaha yang komprehensif. Pelaku ekraf yang memenuhi kriteria akan dilanjutkan ke tahap kurasi, mentoring, hingga pitching session untuk dihubungkan langsung dengan investor dan lembaga pembiayaan. Seluruh perkembangan bisnis peserta akan dipantau secara berkala guna memastikan efektivitas fasilitasi.
Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Melalui skema tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif Tapanuli Selatan memiliki pengelolaan usaha dan keuangan yang lebih baik, akses terhadap ekosistem pembiayaan yang relevan, serta kesiapan mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subdirektorat Pengembangan Skema Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Helmi Suhendry; jajaran Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yakni Teuku Habliansyah, Eric Lugar Sianipar, Johannes Sinaga, dan Sony Ardo Mahela; Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Nur Aini Dewi Harahap; Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar; Kepala Bidang Koperasi UKM Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Ahmad Gozali Harahap; serta Sri Aryani dari Rumah Zakat Indonesia selaku mitra Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif




