Jakarta, 27 Juni 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Dicoding Indonesia menyelenggarakan workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kreatif untuk memanfaatkan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyampaikan sambutan pada workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 bertajuk Productivity with AI: Menguasai Teknik Prompting untuk Transformasi Alur Kerja Produktif di Jakarta, Sabtu (27/06/2026).
Bertajuk ‘Productivity with AI: Menguasai Teknik Prompting untuk Transformasi Alur Kerja Produktif’, workshop ini diikuti oleh 100 peserta terbaik yang telah menyelesaikan kelas AI Praktis untuk Produktivitas dalam Program BDT 2026. Para peserta dibekali pemahaman mendalam dan praktik langsung penggunaan AI, khususnya teknik prompting, untuk mendukung kebutuhan kerja dan pengembangan solusi kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa penguatan talenta digital merupakan fondasi penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
“Di tengah percepatan transformasi digital, Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan nilai tambah melalui teknologi. Lewat Program Badan Ekraf Digital Talent 2026, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap kompetensi masa depan sehingga lahir semakin banyak talenta yang mampu menghasilkan karya, membuka peluang usaha, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia,” ujar Neil dalam acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Jumat (27/6).
Neil menambahkan bahwa AI menghadirkan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif, mulai dari mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, hingga membuka ruang inovasi. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi dengan kemampuan praktis agar teknologi dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Workshop BDT 2026 berlangsung melalui tiga sesi utama, yaitu ‘Langkah Nyata Penerapan AI di Berbagai Sektor’, ‘Mengoptimalkan AI untuk Mendukung Pekerjaan Anda’, serta ‘Memanfaatkan dan Menerapkan AI: Praktik Langsung Membuat Karya AI untuk Kebutuhan Produktivitas’. Pada sesi akhir, peserta berkolaborasi membuat solusi berbasis AI yang dipresentasikan melalui showcase.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menyampaikan bahwa kemampuan menggunakan AI secara optimal akan menjadi salah satu kompetensi penting di berbagai bidang pekerjaan.
“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat produktivitas yang sudah digunakan oleh para profesional hari ini. Tantangan terbesar bukan lagi apakah kita akan menggunakan AI, melainkan bagaimana kita dapat memanfaatkannya secara efektif, bertanggung jawab, dan menghasilkan dampak nyata,” ujar Narenda.
Berdasarkan survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan lebih dari 3.100 talenta digital Indonesia, sebanyak 9 dari 10 developer profesional menyatakan mengalami peningkatan produktivitas sebesar 20 persen hingga lebih dari 50 persen setelah memanfaatkan AI generatif dalam alur kerja mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah memberikan dampak nyata terhadap cara individu dan organisasi bekerja.
Direktur Aplikasi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Tri Wahyudi, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran teknologi yang praktis dan sesuai dengan perkembangan industri.
“Dalam workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai AI, tetapi juga kesempatan untuk menguji dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor,” kata Tri.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Melalui Program Badan Ekraf Digital Talent 2026, Kementerian Ekraf bersama Dicoding Indonesia ingin memastikan semakin banyak talenta Indonesia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan peluang baru melalui inovasi digital. Pemanfaatan AI secara produktif diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi, memperkuat kreativitas, serta menghadirkan lebih banyak karya bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
