Jakarta, 11 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan melibatkan 100 siswa SD dan SMP Kota Pariaman dalam kegiatan SHOWCASE. Kegiatan bertajuk ‘Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak’ ini digelar di Monumen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Marinir, Pantai Gandoriah, Kota Pariaman pada 4-6 September 2026.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan melibatkan 100 siswa SD dan SMP Kota Pariaman dalam kegiatan SHOWCASE. Kegiatan bertajuk ‘Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak’ ini digelar di Monumen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Marinir, Pantai Gandoriah, Kota Pariaman pada 4-6 September 2026.
“Kami mengapresiasi SHOWCASE di Kota Pariaman yang telah menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan pulih melalui seni. Ini adalah contoh aktivasi ekonomi kreatif yang hadir menjawab kebutuhan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan konsistensi karakter anak yang lebih percaya diri,” ujar Menteri Ekraf.
Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari Program Ekraf Peduli yang menjadikan seni rupa sebagai sarana pemulihan psikososial, ruang aman berekspresi, wadah membangun kepercayaan diri, serta media mengolah pengalaman pascabencana melalui proses kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera yang terintegrasi serta tepat sasaran.
“SHOWCASE ini adalah bukti bahwa seni rupa memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, bukan hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sarana pemulihan dan pemberdayaan. Anak-anak Pariaman telah menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi energi untuk bangkit dan beradaptasi setelah bencana,” ungkap Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Sebanyak 100 lukisan yang dipamerkan menjadi media trauma healing bagi anak-anak pascabencana Sumatera akhir tahun lalu. Aktivitas melukis berperan sebagai terapi ekspresif yang membantu anak menyalurkan rasa tenang dan aman, sekaligus memperkuat interaksi sosial yang positif.
“Program Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan dalam menghadirkan seni sebagai ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak pascabencana. Hari ini, sebanyak 100 karya yang ditampilkan bukan sekadar lukisan, melainkan simbol harapan baru. Kami bangga melihat anak-anak Kota Pariaman mampu menjadikan seni sebagai bahasa penyembuhan dan ekspresi diri,” ujar Dadam Mahdar sebagai Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan.
Sebelumnya, 100 pelajar dari 42 sekolah negeri dan swasta di empat kecamatan yaitu Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur telah melalui proses BOOTCAMP pada tanggal 20-22 Agustus 2026 di Balairung Pendopo Dinas Walikota Pariaman. Melalui proses tersebut, kekuatan universal seni digunakan untuk menyatukan dan memulihkan, membantu anak mengidentifikasi perasaan hingga menuangkannya ke dalam karya visual.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
“Program SHOWCASE bukan hanya menghadirkan karya seni yang indah, tetapi juga menjadi ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem seni rupa dan menjadikan Kota Pariaman sebagai pusat kreativitas di Sumatera Barat,” harap Mulyadi sebagai Wakil Wali Kota Pariaman.
Peresmian SHOWCASE pada hari pertama dibuka dengan Tari Galombang oleh Sanggar Seni Mustika Minang Kota Pariaman. Rangkaian acara juga menghadirkan talkshow bersama psikolog anak, Rifdha Wahyuni dan para mentor BOOTCAMP (Citra Leonita, Ferdian Ondira Asa, Yon Indra, serta Yosrianto), dilanjutkan dengan pengumuman 10 karya terinspiratif (5 karya siswa SD dan 5 karya siswa SMP). Kegiatan resmi ditutup dengan penampilan akustik band dari Stereo Sound.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian Ekraf terus mendorong pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga penguatan kapasitas, kreativitas, dan kualitas talenta muda pascabencana. Seni terbukti mampu mengubah keresahan menjadi karya yang bermakna, sehingga #SumateraBangkit dan masyarakat kembali berdaya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, jajaran pejabat daerah Kota Pariaman, di antaranya Sekretaris Daerah Afrizal Azhar; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ferialdi; Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Yurnal; Ketua DPRD Muhajir Muslim; Kapolres AKBP Agung Pranajaya; Komandan Kodim 0308 Letkol Inf. M. Nurman Setiaji; Camat Pariaman Tengah Raswan Azmi; beserta Lurah Pasir Pariaman Tengah Afrizon.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
