Jakarta, 21 Juli 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki peluang kerja sama dalam program kolaborasi Kementerian Ekraf, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), dan Adobe. Wamen Ekraf menilai inisiatif ini sejalan dengan tujuan Kementerian Ekraf untuk mendorong lahirnya kreator intellectual property (IP) lokal yang berdaya saing.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri), berbincang dengan Head of Corporate Communications PT Indosat Tbk, Ovidia Nomia (kanan), saat menerima audiensi PT Indosat Tbk di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (21/07/2026).
“Talenta muda kreatif adalah aset terbesar kita. Namun, pada saat yang bersamaan, ada gap dalam hal monetisasi karena banyak di industri kita yang belum paham bagaimana menghargai ekonomi kreatif. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk menghasilkan setidaknya satu atau dua champion yang berhasil,” ujar Wamen Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf pada Selasa (21/7).
Kementerian Ekraf, Indosat, dan Adobe menjajaki peluang kolaborasi melalui program yang menghubungkan kreator dengan perangkat, pelatihan, jejaring, dan peluang kolaborasi. Kolaborasi ini akan meluncurkan sebuah komunitas kreator sebagai wadah untuk saling terhubung, berkolaborasi, serta menciptakan peluang ekonomi dari karya mereka.
Rencananya, sekitar 100 kreator terpilih, termasuk kreator IP, akan mengikuti kegiatan Museum Tour di Museum Nasional pada malam hari. Melalui pengalaman tersebut, para peserta diajak mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi untuk mengembangkan ide dan karya kreatif, yang kemudian akan dituangkan dalam tantangan kreatif (creative challenge) pada penghujung acara.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kegiatan ini sejalan dengan yang selalu Kementerian Ekraf dorong, yaitu kebudayaan sebagai source material dari ekonomi kreatif. Tanpa kebudayaan, maka tidak ada kreasi-kreasi selamanya. Tinggal bagaimana kita membuatnya bisa diterima pada zamannya,” ujar Irene, menanggapi konsep museum tour yang akan menjadi salah satu rangkaian kegiatan.
Wamen Ekraf juga menambahkan bahwa kemampuan untuk memonetisasi karya dan menjangkau pasar global menjadi poin yang perlu ditekankan dalam acara ini. Senada dengan hal itu, SVP - Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menyampaikan kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen Indosat dalam menghadirkan akses teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Kreativitas adalah salah satu kekuatan terbesar Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan para kreator memiliki akses terhadap teknologi dan ekosistem yang memungkinkan mereka mengembangkan karya, menciptakan nilai ekonomi, serta menjangkau pasar global,” ujar Ovidia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) dari Kementerian Ekraf dan GENSi (Generasi Terkoneksi) dari Indosat Ooredoo Hutchison untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital serta memperluas akses terhadap teknologi kreatif di Indonesia.
Peserta tidak hanya memperoleh pelatihan dan pengalaman berkarya, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring kolaborasi, mengembangkan intellectual property (IP), serta mengenali peluang monetisasi dan akses ke pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak talenta kreatif Indonesia yang mampu mengembangkan karya kreatif berbasis budaya, memonetisasi kreativitasnya, dan memperluas jangkauan ke pasar global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
