Jakarta, 17 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat komitmen dalam mengembangkan talenta esports nasional melalui dukungan terhadap National Championships Grand Finale American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED). Langkah strategis ini menjadi puncak dari program peningkatan kapasitas (capacity building) generasi muda di subsektor gim yang telah berjalan intensif selama enam bulan terakhir.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan sambutan saat membuka National Championships Grand Finale ASIED di @america, Pacific Place, Jakarta, Jumat (17/07/2026).
“Yang saya sukai dari ASIED adalah program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan peluang. Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat membuka National Championships Grand Finale ASIED di @america, Pacific Place, Jakarta, Jumat (17/7).
Program ini merupakan hasil kolaborasi multisektoral antara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, American Spaces Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku. Melalui jaringan American Corner di berbagai daerah, ASIED telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta lewat serangkaian workshop dan masterclass. Penyelenggaraan tahun ini sekaligus momentum memperingati 250 tahun Amerika Serikat serta menyambut perhelatan FIFA World Cup 2026.
Pengembangan sumber daya manusia di subsektor gim sejalan dengan upaya Kementerian Ekraf memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, Kementerian Ekraf terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya, dan creative hub bagi generasi muda di berbagai daerah agar semakin banyak talenta kreatif yang siap memasuki industri gim nasional.
“Esports hari ini telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia. Di dalamnya tidak hanya ada atlet, tetapi juga caster, content creator, coach, event organizer, dan banyak profesi kreatif lainnya yang tumbuh bersama dalam satu ekosistem. Karena itu, kami siap melanjutkan kolaborasi agar semakin banyak talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan berkembang,” tambah Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Acting Country Public Affairs Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Abraham Lee, mengatakan ASIED menjadi wujud kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat dalam memberdayakan generasi muda melalui esports. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun keterampilan di bidang event management, game operation, broadcasting, desain grafis, content creation, hingga pemasaran.
“Esports bukan sekadar bermain gim. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem esports membuka berbagai peluang karier di sektor ekonomi kreatif serta mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ujar Abraham Lee.
National Championships Grand Finale ASIED berlangsung pada 17–18 Juli 2026 dengan mempertandingkan babak final EA SPORTS FC 26 Console dan FC Mobile, Celebrity Match, serta Grand Final Shoutcaster Hunt sebagai penutup rangkaian program American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) yang telah berlangsung selama enam bulan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, Direktur Gim Luat Sihombing, beserta jajaran Kementerian Ekraf. Turut hadir perwakilan Pengurus Besar Esports Indonesia, Yayasan Odong Prestasi Indonesia, Akademi Garudaku, serta para finalis dan komunitas esports dari berbagai daerah.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
