Kinerja Kementerian Ekraf Positif, Investasi Tembus Rp61,33 Triliun

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 2 Juni 2026
Kinerja Kementerian Ekraf  Positif, Investasi Tembus Rp61,33 Triliun

Jakarta, 2 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kinerja industri kreatif Indonesia menunjukkan hasil positif pada triwulan I 2026. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja pembahasan Laporan Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri rapat kerja pembahasan Laporan Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Capaian tersebut tercermin dari realisasi investasi sektor ekonomi kreatif yang mencapai Rp61,33 triliun atau 47 persen dari target tahun 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp43,3 triliun.

"Dengan demikian terjadi peninkatan investasi sebesar 42 persen secara tahun year on year. Dilihat dari subsektornya, investasi terbesar masih terkonsentrasi subsektor aplikasi, kuliner, fesyen, kriya dan periklanan," ujar Teuku Riefky.

Selain investasi, kinerja positif juga terlihat dari nilai ekspor ekonomi kreatif pada triwulan I 2026 yang mencapai USD7,38 miliar atau 27 persen dari target tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.

"Secara bulanan, nilai ekspor sejak Januari, Februari, hingga Maret menunjukan tren peningkatan. Dari sisi terhadap kontribusi perekonomian nasional, ekspor ekraf memberikan andil sebesar 11,8 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2026," jelasnya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky juga menyampaikan keberhasilan Kementerian Ekraf melalui kebijakan insentif pajak royalti penulis, penguatan akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (KI) dan pengembangan program Ekraf Hub.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan bahwa peningkatan ekonomi kreatif mampu mendokrak sektor ekonomi lainnya. Dirinya meyakini hal ini akan terus berkembang, terlebih Indonesia memiliki talenta muda dengan potensi kreatifitas yang dapat dikembangkan.

"Saya yakin kalau ekonomi kreatif bangkit, berkembang, yang lain bisa ditarik. Kalau ini maju bisa ditarik otomatis. Yang terlihat kecil hari ini besok bisa menjadi hal yang besar, terutama di bidang teknologi," katanya.

Ditambahkan, anggota Komisi VII DPR, Nila Yani Hardiyanti. Ia mengapresiasi pencapaian kinerja Kementerian Ekraf, khususnya dalam bidang peningkatan ekspor produk kreatif. Kendati begitu, Nila mengajak agar ke depan langkah tersebut diikuti dengan peningkatan nilai ekonomi dari intellectual property (IP) berbasis budaya yang berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

"Jika kita berhasil membangun IP tentu nilai ekonominya bisa berkelanjutan menjadi license, merchand, game dan turunan lainnya. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa," terangnya.

Dalam rapat kerja ini, Menteri Ekraf didampingi Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar; Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati serta jajaran di Kementerian Ekraf.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
SUBSEKTOR FESYEN
Subsektor Kuliner
Subsektor Aplikasi
Subsektor Periklanan
Subsektor Kriya
Kolaborasi Industri Kreatif
Investasi Ekraf
Capaian Kinerja Kementerian Ekraf
Kinerja Kementerian Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
KitaMulaiCaraBaru