Konser YE Live in Jakarta 2026 Jadi Panggung Ekraf Indonesia Unjuk Kapasitas di Panggung Dunia

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 14 September 2026
Konser YE Live in Jakarta 2026 Jadi Panggung Ekraf Indonesia Unjuk Kapasitas di Panggung Dunia

Jakarta, 14 September 2026 – Penyelenggaraan konser internasional dapat menciptakan peluang sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Dampak tersebut hadir melalui keterlibatan berbagai pegiat ekraf, mulai dari pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, hingga talenta kreatif lainnya.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Raw Vision Collective (RVC) membahas penyelenggaraan YE Live in Jakarta 2026, yang akan digelar pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Audiensi berlangsung di Marqen Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Hal ini disampaikan dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Raw Vision Collective (RVC) untuk membahas penyelenggaraan YE Live in Jakarta 2026, yang akan digelar pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Kementerian Ekraf ingin melihat konser internasional bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari proses upskilling ekosistem ekonomi kreatif. Mereka yang terlibat tidak hanya bekerja dalam sebuah produksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dengan standar internasional. Di sinilah, peningkatan kapasitas, profesionalisme, dan daya saing pekerja kreatif ke depan mampu mengerjakan konser berskala global,” ujar Menteri Ekraf di Marqen Hotel, Jakarta, Senin (14/9).

Konser perdana Kanye West atau akrab disapa YE di Indonesia menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menunjukkan semakin besar kepercayaan pegiat industri hiburan dunia terhadap Indonesia sebagai destinasi pertunjukan berskala internasional.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Menteri Ekraf menegaskan bahwa besarnya skala pertunjukan harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat konten lokal. Kementerian Ekraf melihat peluang untuk menghadirkan kolaborasi yang tetap menjaga kualitas artistik pertunjukan, sekaligus memberikan ruang bagi karya dan kreativitas Indonesia untuk dikenal talenta serta jejaring industri kreatif global.

“Ini momentum emas atau golden moment untuk para pegiat ekraf hingga wirausaha kreatif naik kelas. Spirit-nya bukan hanya untuk yang hadir menonton, tetapi harus sampai keluar stadion. Di sinilah storytelling dan kolaborasi menjadi penting untuk membangkitkan semangat semua pihak. Opportunity is there! tergantung kita melihat dan memanfaatkan kesiapan momen ini menjadi global stage,” tambah Menteri Ekraf.

Sementara itu, Marketing & Communications Lead, Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengungkapkan bahwa pertunjukan perdana di Indonesia dengan konsep baru ini berhasil menarik antusiasme dari penggemar mancanegara.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

“Ini merupakan penampilan perdana YE di Indonesia, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi dalam tur YE tahun ini. Tingginya minat terhadap konser ini juga terlihat dari penonton yang datang dari berbagai negara, termasuk Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Kami ingin menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda melalui Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman konser dan memungkinkan mereka menikmati pertunjukan dari berbagai sisi," ucap Karen.

Ia juga berharap dukungan Kementerian Ekraf dalam pertunjukan ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat dan mengenal lebih dekat potensi ekonomi kreatif Indonesia dan membuka peluang bagi potensi kolaborasi dengan para pegiat ekonomi kreatif Indonesia di masa depan, sehingga menghasilkan long-term value bagi ekosistem kreatif Indonesia.

Dari pihak kementerian, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; serta Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal. Turut hadir dari RVC General Partner, Muhammad Gentha Putra Fadilla dan Aditya Keo Santoso; Managing Director, Bimo Wirjasoekarta; dan Advisor, David Aditya Soeryadjaya.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi