Jakarta, 24 Agustus 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat kolaborasi untuk memberi kesempatan talenta digital Indonesia terhubung dengan builder, mentor dan pegiat industri dari berbagai negara di Asia. Salah satunya melalui kolaborasi bersama ShardLab.Ltd melalui penyelenggaraan Final Demo Day Protocol Camp Cohort 9 dalam Coinfest Asia 2026 di Bali, Jumat (21/8).
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, memberi sambutan dalam acara Final Demo Day Protocol Camp Cohort 9 dalam Coinfest Asia 2026 di Bali, Jumat (21/8).
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, penguatan subsektor Teknologi Baru merupakan langkah penting untuk mengembangkan talenta Web3 dan blockchain Indonesia agar mampu bersaing di tingkat Asia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara salah satu upaya memajukan talenta Indonesia sekaligus memperkuat kapasitas bangsa sebagai penghasil inovasi dan produk teknologi. Langkah ini sejalan dengan upaya meneguhkan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.
“Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga sebagai builder. Kami ingin semakin banyak founder, developer, creator, dan entrepreneur Indonesia yang membangun solusi berkelas dunia serta membawa kekayaan intelektual dari tingkat lokal menjadi juara nasional dan mampu bersaing ke pasar global,” tegas Menteri Ekraf dalam kesempatan Indonesia Blockchain Week 2026, beberapa waktu lalu.
Menteri Ekraf menambahkan, penguatan kapasitas talenta digital semakin relevan dengan arah kebijakan ekonomi kreatif nasional yang tertuang dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Dalam Rindekraf, Teknologi Baru menjadi salah satu subsektor yang dikembangkan dalam ekosistem ekonomi kreatif, mencakup blockchain, kecerdasan artifisial, Internet of Things (IoT), cybersecurity, robotika, semikonduktor, hingga komputasi kuantum.
“Teknologi baru seperti blockchain dan AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi pendukung, tetapi sebagai bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dapat menciptakan nilai ekonomi baru. Maka, kita perlu memastikan Indonesia memiliki talenta yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membangun produk, menciptakan kekayaan intelektual, dan mengembangkan bisnis yang kompetitif,” tambah Menteri Ekraf.
Final Demo Day Protocol Camp Cohort 9 menghadirkan 10 tim builder dari beberapa negara Asia untuk mempresentasikan produk dan solusi yang mereka kembangkan selama mengikuti program. Kesepuluh tim tersebut yakni, Code Alchemist, ContentDAO, DollarParking (BeBridge), GoGoCash, Gyeol (Gasflow), HypurrQuant, Nammu, Luminalog (Argo), Serenade Data, dan UTXOpia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.
Enam peserta Indonesia yang mengikuti Protocol Camp Cohort 9 menjadi bagian dari batch ketiga program yang diperluas ke tingkat Asia. Cohort 9 sebelumnya telah melewati tahap Mid Demo di Seoul pada Juli 2026. Keikutsertaan enam talenta Indonesia dalam program ini menjadi salah satu upaya peran Kementerian Ekraf dalam mendorong talenta digital Indonesia agar mampu berkompetisi di tingkat internasional sekaligus tindak lanjut kolaborasi Kementerian Ekraf dan ShardLab.Ltd, dalam program Protocol Camp 2026, sebuah program bootcamp dan mentorship selama 12 minggu yang mempertemukan builder dari berbagai negara di Asia.
“Perkembangan blockchain dan AI menunjukkan bahwa teknologi baru semakin dekat dengan kehidupan dan aktivitas ekonomi di Indonesia. Karena itu, fokus kita tidak boleh berhenti pada teknologinya, tetapi pada bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi produk, model bisnis, dan solusi yang memberikan dampak nyata serta menciptakan nilai tambah bagi ekonomi kreatif,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.
Salah satu tim Indonesia yang turut tampil dalam Final Demo Day Cohort 9 yaitu Serenade Data. Serenade Data mengembangkan platform literasi keuangan bagi anak berbasis gamification melalui simulasi yang memperkenalkan konsep menabung dan investasi secara interaktif. Acara yang menjadi wadah talenta digital untuk membangun Indonesia melalui inovasi teknologi ini juga tampak dihadiri Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan yang menjadi salah satu juri Final Demo Day.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
