Jakarta, 8 September 2026 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Amerika Serikat (AS) Dwisuryo Indroyono Soesilo. Pertemuan membahas tindak lanjut Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-AS dan persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Amerika Serikat (AS) Dwisuryo Indroyono Soesilo. Pertemuan membahas tindak lanjut Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-AS dan persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
“Kami sangat membuka pintu bagi kerja sama Indonesia dengan AS di berbagai subsektor, berbagai direktorat di bawah Kementerian Ekraf siap untuk bekerja sama lebih lanjut dengan berbagai pihak di AS untuk memastikan tindak lanjut dari Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-AS,” ujar Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (8/9).
Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-AS 2024-2028 merupakan kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2023, yang di dalamnya memuat Rencana Aksi di berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf periode Januari–April 2026, AS menjadi negara tujuan utama ekspor ekraf Indonesia dengan nilai mencapai 3,31 miliar dolar AS. Capaian ekspor ke negara tersebut didominasi subsektor fesyen sebesar 2,80 miliar dolar AS, diikuti subsektor kriya sebesar 0,48 miliar dolar AS dan kuliner 15,55 juta dolar AS.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
“Melalui kolaborasi strategis dengan Amerika Serikat sebagai mitra kunci, kita tidak hanya membuka jalur ekspor bagi subsektor unggulan seperti fesyen dan kriya, tetapi juga memperluas penetrasi subsektor lainnya untuk memperkuat jangkauan produk kreatif lokal di pasar global," ujar Menteri Ekraf.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf juga menjajaki peluang kerja sama dalam WCCE 226 yang mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”. Forum tersebut akan digelar di Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026 dan ditargetkan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026.
WCCE 2026 ditargetkan dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari lebih dari 50 negara. Pemerintah juga menjajaki kehadiran delegasi tingkat tinggi AS, pelaku industri kreatif, serta pemangku kepentingan swasta seperti Microsoft dan sektor kecerdasan artifisial (AI).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Kedua pihak turut membahas rencana penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC).
Rencana kerja sama dengan HCC tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif bilateral melalui 9 bidang strategis mencakup, antara lain_Creative Economy Development_, Film, Television, and Media Production,, Business Investment and Trade, Intellectual Property and Brand Protection, Technology and Innovation,, Signature Events, hingga Global Collaboration yang penandatanganannya ditargetkan dapat dilaksanakan di sela-sela WCCE 2026 atau mekanisme lain yang disepakati bersama.
Sebelumnya, Kementerian Ekraf bekerja sama dengan AS melalui US Business for Indonesia: Creative Economy Forum 2025 dan workshop perlindungan hak kekayaan intelektual di tingkat internasional. Kolaborasi juga mencakup pelaksanaan Hackathon AI for Creative Economy dengan Amazon Web Services, AILeap Nusantara dalam mendukung talenta digital dengan Microsoft, serta pendukungan terhadap American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) dengan Kedubes AS di Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Sementara itu, Dubes LBBP RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo menyampaikan ketertarikannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya 21 subsektor yang diampu oleh Kementerian Ekraf.
“Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara. Sektor ekonomi kreatif ini sangat menarik dan memiliki potensi besar. Untuk langkah selanjutnya, dokumen ini akan kami tinjau terlebih dahulu sebelum nantinya kita tindak lanjuti bersama,” ujar Dubes Indroyono.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Danny Rahdiansyah; serta Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Adi Mukhtar Rivai.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
