Jakarta, 14 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyelenggaraan Golden Swirl Awards 2026 sebagai ajang final apresiasi bagi pegiat industri dessert, pastry, dan bakery nasional. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 pada 1-20 September di 35 gerai dessert terkurasi di Jakarta yang berperan penting menjadi wajah baru seperti apa dessert Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, bersama para penerima Golden Swirl Awards 2026 dalam rangkaian Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 di Le Chateau Marqen Hotel, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).
Subsektor kuliner terus menjadi motor penggerak utama ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kuliner menyumbang porsi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif, yakni mencapai 39,68 persen atau senilai Rp585,92 triliun. Subsektor ini juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,02 persen pada tahun 2025 dan secara konsisten menjadi sumber pertumbuhan PDB ekonomi kreatif tertinggi sepanjang periode 2023–2025.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kreativitas, inovasi, dan konsistensi ajang ini dalam mendorong pertumbuhan ekosistem industri kuliner.
“Di balik setiap cake, pastry, atau dessert selalu ada proses kreatif, yang dimulai dari ide, eksperimen, penyempurnaan, dan dedikasi. Itulah yang membuat sebuah produk memiliki nilai tambah. Dalam ekonomi kreatif, yang kita bangun bukan hanya produk, tapi harus menghasilkan experience, storytelling, serta identitas yang membuat sebuah karya memiliki nilai ekonomi sekaligus membangun hubungan dengan konsumennya,” kata Menekraf saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di Le Chateau Marqen Hotel, Jakarta Barat, Senin (14/9).
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Golden Swirl Awards 2026 merupakan program apresiasi tahun ketiga bagi pegiat industri dessert di Jakarta yang dinilai berdasarkan cita rasa, tekstur, presentasi estetis, konsistensi, ragam produk, pengalaman pelanggan, hingga daya tarik pasar. Menteri Ekraf menambahkan bahwa ajang ini menjadi pemicu standardisasi kualitas industri secara berkelanjutan.
“Kementerian Ekraf hadir untuk memperkuat ekosistem sehingga kreativitas dapat tumbuh dan semakin banyak pegiat kuliner yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperkuat jenama, memanfaatkan kekayaan intelektual, dan memperluas pasar. Selamat kepada seluruh penerima Golden Swirl Awards 2026,” tambah Teuku Riefky.
Ajang Golden Swirl Award 2026 dibuka dengan penampilan tari Banjidor Kahot. Pembacaan nominasi dan kategori pemenang juga dimeriahkan para influencer bidang kuliner, chef berbakat, dan jajaran pengusaha bisnis dessert. Penilaian pun dilakukan secara independen oleh sembilan dewan juri kredibel.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena dari awal mendapat dukungan dari Menteri Ekraf serta Jakarta Dessert Week sebagai IP global pertama yang membawa experience. Merupakan kehormatan bagi brand yang baru berusia lebih dari satu tahun untuk memenangkan Doughnut Shop of the Year. Dari awal, kami tidak hanya ingin menghadirkan produk yang enak, tetapi juga membawa customers the joy when they eat our products and also a unique experience,” ucap Karen Tjahja sebagai Head of Marketing & Business Development Butter Baby.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Chef Tommaso Gonfiantini menyambut positif penyelenggaraan Golden Swirl Awards 2026 yang berharap ekosistem kuliner Indonesia terus memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas, khususnya dari sisi bahan, pengetahuan, dan kreativitas.
“Saya berharap akan selalu ada ruang untuk peningkatan, baik dari sisi bahan, pengetahuan, maupun kreativitas karena subsektor kuliner memiliki pasar yang luar biasa. Masyarakat Indonesia juga luar biasa dan semua yang ada di sini layak mendapatkan penghargaan yang terbaik,” harap Chef Tommaso dari Osteria Gia.
Salah satu dewan juri menyebut kategori tersulit saat menentukan pemenang untuk Viennoiserie karena animo masyarakat Jakarta terhadap croissant dan turunannya sangat tinggi, bahkan variasinya jauh lebih beragam dibanding negara asalnya. Sebagai juri, tuntutan untuk bersikap objektif dan tidak bias ditengah banyaknya preferensi hingga pada akhirnya dapat menentukan pemenang terbaik secara adil. Para pemenang diharapkan memberi dampak yang sangat besar bagi industri F&B di Indonesia.
“Ekosistem industri food and beverage di Indonesia sangat besar dan berdampak luas, mulai dari restoran, supplier, hingga petani. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempertahankan kekayaan kuliner dan dessert lokal, sembari terus berinovasi agar industri dapat terus berkembang dan berevolusi,” imbuh Ray Janson, sebagai perwakilan juri dan pengurus Dewan Kuliner Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Golden Swirl Awards 2026 menyerahkan penghargaan untuk 15 kategori atas dedikasi dan inovasi pelaku subsektor kuliner:
1. Pemenang Kategori Dessert Experience of The Year: Natsuka Backhaus
2. Pemenang Kategori Traditional Indonesian Dessert Shop of The Year: Iki Koue
3. Pemenang Kategori Modern Indonesian Dessert Shop of The Year: Lapislapis
4. Pemenang Kategori Chocolate Shop of The Year: Criollo
5. Pemenang Kategori Doughnut Shop of The Year: Butter Baby
6. Pemenang Kategori Ice Cream & Gelato Shop of The Year: Rivareno Gelato
7. Pemenang Kategori Viennoiserie Shop of The Year: Knots
8. Pemenang Kategori Cookie Shop of The Year: Dough Lab
9. Pemenang Kategori Emerging Dessert Shop of The Year: Thank You Tang Yuan
10. Pemenang Kategori Tiramisu of The Year: Osteria Gia
11. Pemenang Kategori Cake Shop of The Year: FLOR
12. Pemenang Kategori Bakery of The Year: Daribu
13. Pemenang Kategori Branding of The Year: Baked
14. Pemenang Lifetime Achievement Award: Chef Louis Tanuhadi
15. Pemenang Kategori Pastry Chef of The Year: Chef Ardika Dwitama
Turut mendampingi Menekraf dalam acara tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Kuliner, Romi Astuti; dan Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf. Hadir pula co-founder Indonesia Dessert Week, Chef Talita Setyadi dan founder Marqen Hotel, Bill Susanto.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif








