Jakarta, 13 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan kolaborasi dengan pelaku industri musik nasional untuk memperluas eksposur musik Indonesia di pasar global. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi grup musik The Panturas di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (13/8).
Caption: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Band The Panturas dalam rangka memperkuat kolaborasi dan dukungan terhadap perkembangan subsektor musik dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi, termasuk terkait rencana The Panturas California Tour 2026 dan proyek dokumenter Reverb-Rock Pilgrimage.
The Panturas merupakan grup musik surf-rock asal Jatinangor, Bandung, yang memadukan karakter musik global dengan identitas Indonesia. Sejak merilis album Mabuk Laut (2018), Ombak Banyu Asmara (2021), dan Galura Tropikalia (2024), The Panturas terus memperluas kiprahnya hingga panggung internasional, termasuk tampil di Fuji Rock Festival, Jepang.
Menekraf menilai perjalanan The Panturas menjadi contoh bahwa karya musik Indonesia dapat mengangkat kekayaan identitas lokal sekaligus memiliki daya saing di tingkat internasional. Karakter surf-rock yang dipadukan dengan unsur lokal, termasuk penggunaan lirik berbahasa Sunda, dinilai mampu menjadi bagian dari diplomasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif nasional.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
“The Panturas menunjukkan bahwa karya musik Indonesia dapat membawa identitas lokal ke panggung dunia. Kami melihat potensi ini bukan hanya dari sisi pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan memperkuat posisi musik Indonesia dalam ekosistem ekonomi kreatif global. Kementerian Ekraf siap mendukung melalui kolaborasi dengan program-program yang relevan serta memperluas promosi karya kreatif Indonesia,” ujar Menekraf.
The Panturas California Tour 2026 menjadi bagian dari perayaan satu dekade perjalanan The Panturas. Tur yang dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September 2026 itu akan menyambangi empat kota di California, yakni Sacramento, Berkeley, Los Angeles, dan San Diego. Selain memperluas jangkauan penonton, rangkaian tur ini juga menjadi momentum bagi The Panturas untuk membangun jejaring dengan audiens dan pelaku industri musik di Amerika Serikat.
Selain pertunjukan, tur tersebut akan dilengkapi sesi rekaman di Seattle serta produksi dokumenter yang mendokumentasikan perjalanan The Panturas selama berada di Amerika Serikat. Materi yang dihasilkan mencakup dokumentasi harian, aktivitas di balik panggung, sesi studio, hingga film dokumenter berdurasi panjang sehingga perjalanan internasional tersebut dapat memberikan nilai tambah hingga akhir.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
Audiensi juga membahas proyek dokumenter pendek Reverb-Rock Pilgrimage yang mengeksplorasi hubungan antara asal-usul surf-rock, pengaruh lintas budaya, serta kemungkinan jejak dan resonansi musikal Indonesia dalam perkembangan genre tersebut. Dokumenter ini diharapkan dapat memperlihatkan bagaimana musisi Indonesia membangun dialog budaya dengan dunia internasional tanpa kehilangan identitas dan karakter lokal.
Manager The Panturas, Iksal Rizqi Harizal, mengatakan proyek ini mengusung konsep “Global Touch with Local Wisdom”, yakni bagaimana kearifan lokal dapat diterima dan dipahami melalui perspektif global. Dalam proyek ini, The Panturas juga akan membawakan karya dengan sentuhan budaya Sunda, termasuk dalam proses rekamannya. Kehadiran The Panturas di Amerika Serikat bukan semata karena negara tersebut dikenal sebagai tempat lahirnya budaya selancar, tetapi juga karena Amerika Serikat merupakan negara keempat dengan jumlah pendengar The Panturas terbanyak.
“Panturas jadi bukti salah satu ikon lokal yang kemudian bisa diterima ke Global Stage, dengan album Galura Tropikalia, jadi full album tersebut berbahasa Sunda kami mendapat atensi dalam Fujirock Festival ini memang diterima dan dari pelajaran yang aku ambil untuk nge-crack market global tuh ada dua, pertama menjadi Bule banget atau eksotik banget lokal banget,” ujar Iksal.
Turut hadir dalam audiensi tersebut drummer The Panturas, Surya Fikri Asshidiq, serta Tour Manager, Daffa Andhika. Menekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah, serta Direktur Musik Mohammad Amin.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
