Jakarta, 16 September 2026 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menggelar pertemuan strategis dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif global. Menekraf juga membahas detail penyelenggaraan WCCE 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (keempat kanan), bersalaman dengan Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Tubagus Fiki Chikara Satari (ketiga kiri), seusai menerima audiensi ICCN di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (16/09/2026).
“Kami melihat ICCN telah menjadi mitra strategis dari kementerian, karena passion dan keseriusan dari pengurusnya, baik pusat hingga daerah. Memang mencerminkan pemahaman, tidak hanya sekadar euforia saja tetapi pemahaman yang bisa ditransformasikan ke dalam data,” ujar Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (16/9).
Penyelenggaraan WCCE 2026 dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 dengan mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity. Forum internasional ini diharapkan akan dihadiri oleh lebih dari 8.000 peserta dari lebih 50 negara, serta menargetkan lahirnya dokumen strategis Jakarta Vision on Creative Economy 2026.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekraf dan ICCN menyelaraskan sejumlah program prioritas melalui rangkaian Road to WCCE. Inisiatif tersebut mencakup program 'Mendengar Suara Ekraf dari Daerah untuk Dunia' yang bekerja sama dengan TVRI di tingkat daerah, nasional, dan internasional; peluncuran Ekraf Academy; serta pengembangan ICCN Island-Creative Village sebagai etalase kolaborasi, inovasi, dan narasi kreatif lokal ke panggung global. Selain itu, kedua pihak mematangkan persiapan Simposium Konsorsium Perguruan Tinggi Ekraf 2026 serta Rapat Koordinasi Nasional ICCN 2026 di Jakarta.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
“Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa kekuatan ekonomi kreatif nasional mampu bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan apabila digerakkan secara kolektif. Kami percaya bahwa sinergi strategis ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama ekonomi kreatif global, dimulai dari penguatan kapasitas di tingkat daerah hingga panggung internasional seperti WCCE 2026,” ujar Menekraf.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut intensif atas kerja sama yang terjalin sejak 21 Maret 2025 dan diformalkan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 1 Juli 2026. Kolaborasi ini menerapkan pendekatan heksaheliks yang mengintegrasikan enam unsur yaitu akademisi, asosiasi, lembaga keuangan, media, pelaku bisnis, dan pemerintah sebagai fondasi utama penggerak ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai wadah yang menaungi lebih dari 254 inisiatif Kota dan Kabupaten Kreatif sejak 2015, ICCN konsisten mengacu pada 10 Prinsip Kota Kreatif. Jejaring ini berkomitmen mendorong pembangunan kota kreatif melalui prinsip inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing, dengan menekankan kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas daerah.
“Kami di ICCN mendukung suksesnya penyelenggaraan WCCE demi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Setelah audiensi, kami juga akan melanjutkan dengan sesi khusus bersama deputi terkait dari Kementerian Ekraf. Sesi ini nantinya akan membahas tindak lanjut teknis kolaborasi agar semuanya berjalan maksimal,” ujar Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Chikara Satari.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam audiensi tersebut, Menekraf didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; Kepala Pusat Data dan Informasi, Reslyana Dwitasari; Staf Ahli Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; Staf Khusus Bidang Manajemen Internal dan Efektifitas Organisasi, M Yanuar Pranuradhi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah; Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Danny Rahdiansyah; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
