Menteri Ekraf Ajak Pemuda GEMPAR Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif dari Daerah

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 3 Februari 2026
  Menteri Ekraf Ajak Pemuda GEMPAR Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif dari Daerah

Jakarta, 3 Febuari 2026 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui pendekatan hexahelix berbasis komunitas.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menteri Ekraf menilai, GEMPAR sebagai gerakan bersama yang memiliki semangat sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Kolaborasi ini dipandang strategis dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif sendiri kami menyebutnya The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang kita mulai dari daerah. Di antara banyak daerah yang dulunya fokus pada sumber daya alam, kini transformasinya mengarah pada potensi sumber daya manusia yang non-ekstraktif dan dapat dipercepat melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu mengangkat perekonomian daerah. Keterlibatan komunitas seperti GEMPAR memiliki peran strategis dalam membangun rantai nilai ekonomi kreatif, mulai dari peran asosiasi, pelaku usaha hingga pengembangan kewirausahaan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

“Sekarang ibaratnya ada istilah bahwa ekonomi kreatif ini the new mining, tambang baru. Kalau dulu kepala daerah melihat potensi tambang sumber daya alam, sekarang bagaimana memetakan potensi tambang baru dari ekonomi kreatif, seperti musik, seni pertunjukan, atau subsektor lainnya,” katanya.

GEMPAR merupakan organisasi pemuda lintas gereja Kristen-Katolik yang tersebar di berbagai daerah. GEMPAR memosisikan diri sebagai mitra kolaboratif dalam penguatan kapasitas generasi muda, peningkatan kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif berbasis keberagaman wilayah dan komunitas.

Ketua Umum GEMPAR Yohanes HD Sirait menyampaikan, ekonomi kreatif menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkembang. Ia menambahkan, ekonomi kreatif juga berperan penting dalam memanfaatkan bonus demografi.

“Ekonomi kreatif adalah salah satu penggerak utama ekonomi kita. Sektor-sektor yang sudah mapan cenderung sulit dimasuki anak muda, sementara ekonomi kreatif memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh. Kita melihat ekonomi kreatif sebagai kunci untuk memastikan generasi muda menjadi produktif. Jika tidak disiapkan, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban,” katanya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua GEMPAR NTT sekaligus Bupati Kupang Yos Lede, Ketua GEMPAR Kalbar sekaligus Wakil Bupati Landak Erani, Sekretaris Jenderal GEMPAR Petrus Sihombing, serta sejumlah anggota lainnya. Menteri Ekraf didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Siamwahyuni.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi