Jakarta, 11 Mei 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap memfasilitasi penyusunan buku ‘Mode Indonesia’ yang disebut sebagai inisiatif dokumentasi pertama yang menghimpun desainer Indonesia dari berbagai era. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai buku tersebut memiliki nilai strategis yang memperkuat identitas budaya nasional melalui karya para desainer Tanah Air.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi komunitas Mode Indonesia yang dipimpin perancang busana senior Samuel Wattimena di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/5/2026).
“Ini merupakan dokumentasi yang sangat penting bagi perkembangan fesyen Indonesia. Fondasi penerbitan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga skema distribusinya juga harus dipersiapkan dengan matang agar manfaatnya dapat berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf saat menerima audiensi komunitas Mode Indonesia yang dipimpin perancang busana senior Samuel Wattimena di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Senin (11/5).
Kementerian Ekraf sendiri memfasilitasi koordinasi lintas sektor, termasuk membuka ruang diskusi dengan Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual serta Direktorat Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf guna memperkuat pengembangan buku tersebut ke depan. Menteri Ekraf juga mengapresiasi progres penyusunan buku yang dinilai telah memiliki fondasi konten yang kuat.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kami melihat potensinya besar dan kontennya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana pengembangannya dipersiapkan dengan kuat agar karya ini bisa menjadi referensi penting dalam penguatan ekosistem fesyen nasional,” ujar Menteri Ekraf.
Buku ‘Mode Indonesia’ direncanakan diluncurkan pada akhir Juli 2026 dalam versi soft cover dan hard cover. Versi hard cover selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan internasional. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam memperkuat ekosistem fesyen nasional sekaligus memperkenalkan keragaman wastra Indonesia kepada masyarakat luas sekaligus memuat desainer Indonesia yang telah berkiprah di tingkat internasional.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam audiensi tersebut, Samuel Wattimena menyampaikan bahwa pengembangan dokumentasi fesyen Indonesia ke depan akan diperluas ke subsektor ekonomi kreatif lain, termasuk kostum film dan teater. Selain itu, buku tersebut diharapkan dapat mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan wastra lokal.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Buku Mode Indonesia belum pernah ada yang menggabungkan para desainer Indonesia lintas generasi. Kami berharap ini menjadi buku pertama yang dapat terus berkembang pada tahap-tahap berikutnya. Kami ingin memperlihatkan bahwa keragaman fesyen Indonesia sangat luar biasa. Selain itu, kami juga merencanakan dokumentasi kostum film dan teater sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Samuel.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu serta Pelaksana Tugas Direktur Fesyen Romi Astuti.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
