Menteri Ekraf Apresiasi Upaya Proteksi dan Komersialisasi Karya Musisi Indonesia Melalui Legal Streaming Platform

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 25 Juni 2026
Menteri Ekraf Apresiasi Upaya Proteksi dan Komersialisasi Karya Musisi Indonesia Melalui Legal Streaming Platform

Jakarta, 25 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri gelaran Spotify Loud & Clear Indonesia. Menteri Ekraf mengapresiasi peran aktif Spotify dalam memperkuat ekosistem musik Tanah Air melalui platform streaming yang inklusif dan transparan, sekaligus membuka akses pasar global bagi talenta musisi Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan dalam gelaran Spotify Loud & Clear Indonesia di 25hours Hotel, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

"Ketika lagu Indonesia diputar di Malaysia, Amerika Serikat, hingga ke berbagai negara lain, musik tidak hanya sekadar menghibur tetapi juga memperkenalkan cerita, budaya, dan identitas Indonesia kepada dunia. Inilah kekuatan ekonomi kreatif dalam memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global," ujar Menteri Ekraf di 25hours Hotel, Jakarta, Kamis (25/6).

'Loud & Clear' merupakan inisiatif transparansi tahunan Spotify yang memberikan wawasan mengenai bagaimana royalti dari streaming dihasilkan dan didistribusikan. Inisiatif ini juga menyoroti bagaimana layanan streaming membantu para musisi memperluas jangkauan mereka ke pasar global, membangun basis pendengar, dan mengembangkan karier yang berkelanjutan.

Menteri Ekraf menekankan visi Kementerian Ekraf untuk mendorong talenta lokal naik kelas agar mampu bersaing di pasar regional dan global. Sektor ekonomi kreatif saat ini menyerap 27,4 juta pekerja, dengan lebih dari 50 persen di antaranya merupakan generasi Z dan milenial.

Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap industri kreatif Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan memperluas kehadiran Indonesia di platform global. Menurut Menteri Ekraf, kehadiran platform streaming telah memperluas akses ke industri musik sekaligus memberikan kesempatan yang lebih merata bagi musisi dari berbagai daerah untuk dikenal lebih luas.

"Platform streaming telah mendemokratisasi akses ke industri musik. Kini, musisi dari berbagai penjuru Indonesia memiliki peluang yang sama untuk dikenal lebih luas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri kreatif, dan para kreator menjadi kunci dalam membangun ekosistem musik yang adil, berkelanjutan, dan memberikan nilai ekonomi bagi para pegiatnya," tambah Teuku Riefky.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.

Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, memaparkan bahwa sepanjang 2025, karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru di Spotify. Royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui platform tersebut juga meningkat lebih dari 16 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan 60 persen di antaranya berasal dari pendengar luar negeri.

"Musik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa baik dari pendengar di dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris. Spotify berkomitmen menciptakan peluang bagi para musisi untuk ditemukan oleh pendengar baru dan membangun komunitas penggemar," ujar Gustav Back.

Data Spotify turut menunjukkan dominasi musik lokal di pasar domestik, di mana 80 persen lagu dalam 'Spotify Indonesia Daily Top 50' tahun 2025 merupakan karya musisi Indonesia. Capaian ini menjadi indikator kuat tingginya penerimaan publik terhadap karya kreatif Tanah Air, baik di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan industri ini merupakan elemen krusial dalam membangun ekosistem musik yang adaptif, inklusif, dan kompetitif.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.

Turut hadir dalam acara tersebut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Pengembangan Ekraf, Agus Sardjono; Direktur Musik, Mohammad Amin; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; dan Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng.

Hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha; tim Spotify Indonesia; beserta perwakilan label rekaman dan musisi Indonesia.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Musik
Musisi Lokal Berdaya
Pasar Global
Kolaborasi Industri Kreatif
Potensi Subsektor Musik Serap Tenaga Kerja Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
KitaMulaiCaraBaru