Menteri Ekraf Bahas Penguatan Ambon Kota Musik dengan Wali Kota Bodewin

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 17 September 2025
Menteri Ekraf Bahas Penguatan Ambon Kota Musik dengan Wali Kota Bodewin

Jakarta, 17 September 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena untuk membahas penguatan identitas Kota Ambon sebagai kota musik. Apalagi Ambon sudah menjadi Kota Musik Dunia sejak 31 Oktober 2019 yang ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) serta city branding Ambon sebagai kota kreatif pun mendapat predikat tertinggi excellent versi UNESCO pada 27 Juni 2025.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dengan Wali Kota Ambon, Jakarta, Rabu (17/09/2025).

“Bappenas telah menetapkan 12 provinsi prioritas termasuk Maluku yang di dalamnya ada Ambon berdasarkan segala bentuk potensi kreativitasnya untuk mengejar ketertinggalan ekonomi. Sebagai daerah prioritas, tentu Kota Ambon juga sudah dikenal statusnya menjadi Kota Musik. Kita bisa dorong seperti apa konten kreator atau musisi Ambon bisa tampil melalui platform digital dengan konsep yang unik sehingga mendapat penghasilan dari suatu platform,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf pada Rabu, 17 September 2025.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, kehadiran nomenklatur dinas ekonomi kreatif di tingkat daerah juga bisa dibentuk tak hanya mandiri, tetapi bisa digabung dengan dinas lain. Nomenklàtur ekraf bisa menggabungkan judul dinas pariwisata, kebudayaan, kepemudaan, dan beberapa dinas lain yang lebih sinkron.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kementerian Ekraf hadir untuk mengurusi seperti apa pegiat ekraf bisa mengkapitalisasi dari skill atau keahlian yang dipunya talenta daerah. Kami senantiasa membantu kepala-kepala daerah menciptakan lapangan kerja atau wirausaha dari sektor kreatif. Sebaiknya ekraf bisa dijadikan judul dinas atau nomenklatur yang tidak harus mandiri, tetapi bisa gabungan. Dengan demikian ekonomi kreatif bisa menjadi mesin baru perekonomian nasional yang dimulai dari Ambon,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sementara itu, Wali Kota Ambon menyebut bahwa subsektor kuliner dan kriya juga menjadi daya tarik unik yang mampu memperkuat identitas budaya lokal dalam pasar kreatif global. Dukungan dari Kementerian Ekraf juga diharapkan bisa menunjukkan kekuatan dari identitas musik sebagai bagian subsektor unggulan. Potensi dari musik sudah dikembangkan melalui festival, studio rekaman, sekolah musik, hingga konten digital yang mempromosikan kekayaan musik tradisi dan modern.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kami bersyukur bahwa Ambon ditetapkan UNESCO sebagai kota kreatif berbasis musik. Dalam perkembangannya, Pemerintah Kota Ambon bersama dengan komunitas dan seluruh pemangku kepentingan berupaya untuk memenuhi standar-standar yang diberikan UNESCO agar terus mempertahankan status sebagai kota musik. Dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, ada dua program terkait dengan ekraf yaitu membangun ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dan penguasaan peran generasi muda dalam industri kreatif,” ungkap Bodewin M. Wattimena.

Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga akan fokus mencari dukungan untuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia dalam ekosistem kreatifnya. Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu mengintegrasikan pendidikan musik ke dalam kurikulum sekolah.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kami tidak hanya melakukan upaya pengembangan infrastruktur atau sekadar kegiatan inkubasi untuk menghidupkan musik. Kami memasukkan musik sebagai kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah pertama yang berjalan sudah hampir 4 tahun. Selain mengedukasi anak-anak, ini sebagai upaya untuk membangun semangat atau daya juang kreatif sejak dini. Ini terbukti karena anak-anak usia 7-9 tahun bisa bermain musik dan bisa mengiringi orang untuk bernyanyi sehingga tercipta sebuah orkestra yang luar biasa,” tambah Wali Kota Ambon.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Infrastruktur Septriana Tangkary, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf, beserta Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Sementara Wali Kota Ambon didampingi Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies serta jajaran kepala dinas Pemerintahan Kota Ambon.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Setahun Bekerja, Bergerak
Setahun Bekerja, Berdampak
SetahunBerdampak
SetahunBergerak