Menteri Ekraf Bahas Penguatan Industri Event Bersama Aliansi Industri Event Nasional

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 1 Juli 2026
Menteri Ekraf Bahas Penguatan Industri Event Bersama Aliansi Industri Event Nasional

Jakarta, 1 Juli 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Aliansi Industri Event Nasional di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (1/7). Pertemuan membahas penguatan industri event sebagai bagian ekosistem ekonomi kreatif melalui penguatan data industri, kompetensi SDM, serta pengukuran dampak ekonomi penyelenggaraan event.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (tengah), menerima audiensi dengan aliansi industri event nasional di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menteri Ekraf menegaskan bahwa masukan dari pelaku industri menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan ekosistem ekonomi kreatif, termasuk sektor event yang berperan menghubungkan berbagai subsektor kreatif.

“Selama ini Kementerian Ekraf berupaya mengurai berbagai permasalahan yang ada di ekosistem ekonomi kreatif. Apa yang disampaikan Aliansi Industri Event Nasional hari ini semakin memperjelas kebutuhan akan pendekatan yang komprehensif dan kolaborasi untuk membangun industri yang berkualitas, berkelanjutan, terukur, dan berdampak,” ujar Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf menilai industri event memiliki peran strategis karena menjadi ruang kolaborasi berbagai subsektor kreatif sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi secara luas. Karena itu, penguatan data dan instrumen pengukuran dampak diperlukan agar kontribusi industri event dapat terukur secara lebih jelas, tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga manfaat ekonominya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Setiap program yang menggunakan anggaran negara tentu perlu melihat hasil yang dihasilkan. Karena itu, kita perlu memperkuat cara mengukur kontribusi ekonomi kreatif, termasuk event, agar dampaknya dapat terbaca secara lebih terukur,” tambah Menteri Ekraf.

Dalam audiensi tersebut, Aliansi Industri Event Nasional yang terdiri atas IVENDO, Forum Backstagers Indonesia, APMI, AFJI, IMARINDO, Rental Indonesia, serta perwakilan event owner, menyerahkan White Paper Kebijakan Industri Event Indonesia sebagai rekomendasi strategis untuk memperkuat industri event nasional.

Ketua Umum Forum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana, mengatakan industri event berperan penting dalam menggerakkan ekonomi dan kreativitas. Namun, menurutnya, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pengakuan kelembagaan, klasifikasi usaha, standardisasi profesi, hingga pengukuran dampak ekonomi.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

White Paper ini kami susun dengan semangat dari tidak terlihat menjadi tak tergantikan. Industri event selama ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif, namun masih membutuhkan penguatan agar memiliki fondasi kelembagaan yang lebih jelas,” ujar Andro.

Aliansi Industri Event Nasional juga menyampaikan sejumlah isu strategis, antara lain penguatan klasifikasi usaha melalui data industri, pengembangan sertifikasi kompetensi, pendekatan pengadaan berbasis nilai manfaat (_best value for money_), perizinan berbasis risiko, serta pengembangan instrumen pengukuran dampak ekonomi event.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekraf menyatakan bahwa berbagai masukan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis bersama unit terkait, mencakup penguatan data industri, peningkatan kompetensi dan sertifikasi SDM, pengembangan instrumen pengukuran dampak ekonomi event, serta peluang kolaborasi dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kemenekraf/Bekraf
KitaMulaiCaraBaru

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...