Menteri Ekraf Dorong Blockchain Perkuat Hak Cipta dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 12 Agustus 2026
Menteri Ekraf Dorong Blockchain Perkuat Hak Cipta dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pemanfaatan blockchain mampu meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia melalui penguatan pengelolaan Kekayaan Intelektual/Intellectual Property (KI/IP). Teknologi blockchain juga disebut Menteri Ekraf akan menciptakan model bisnis baru.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan keynote speech pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Kementerian Ekraf menandai blockchain memiliki relevansi yang sangat kuat karena Indonesia memiliki talenta kreatif dan IP yang luar biasa. Kami melihat blockchain bukan hanya sebagai peluang teknologi baru, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat IP, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat," kata Menteri Ekraf saat menyampaikan keynote speech pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (12/8).

Integrasi teknologi ini sejalan dengan penetapan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai fondasi jangka panjang pembangunan ekonomi kreatif Indonesia. Dalam Rindekraf, cakupan ekonomi kreatif bertransformasi dari 17 menjadi 21 subsektor, dengan memasukkan subsektor teknologi baru seperti artificial intelligence (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), Web3, dan cybersecurity.

"Pemerintah ingin Indonesia bukan hanya menjadi market, tetapi menjadi builder. Kita ingin semakin banyak founders, developers, creators, and entrepreneurs Indonesia yang membangun solusi berkelas dunia. Paling penting tentu membawa semakin banyak IP Indonesia dari local heroes to be national champion and go global,” tambah Menteri Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Lebih lanjut, blockchain menghadirkan skema pembiayaan berbasis IP serta memperkuat aspek ownership, licensing, dan royalty. Untuk mendukung ekosistem ini, Kementerian Ekraf telah menyiapkan fondasi perlindungan IP, pengembangan talenta, peningkatan akses pembiayaan, serta mengerahkan 64 IP Valuators untuk mengoptimalkan valuasi karya kreatif nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa blockchain memegang peranan krusial dalam akselerasi transformasi digital dan pembangunan nasional. Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi mendukung pembangunan ekonomi, pemerintahan digital, serta tata kelola data yang lebih transparan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

"Kita tidak hanya berbicara tentang blockchain sebagai teknologi, tetapi tentang bagaimana blockchain dapat menjadi bagian dari transformasi digital dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional. Dalam RPJMN 2025-2029, transformasi digital ditopang tiga pilar ekonomi utama yaitu pilar masyarakat digital, pilar infrastruktur digital, dan pilar pemerintahan digital. Dengan 3 pilar itu, mari kita membangun ekonomi digital yang lebih adaptif, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan," ujar Rachmat Pambudy.

IDBW Summit 2026 yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 ini menghadirkan ribuan pemangku kepentingan global dari sektor teknologi blockchain, Web3, tokenisasi, keuangan digital, hingga regulator. Forum yang mengangkat tema Turning Infrastructure Into Impact ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku industri, investor, startup, dan akademisi guna mempercepat lompatan ekonomi digital Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

“Indonesia memiliki talenta-talenta yang luar biasa, dengan digital economy yang tumbuh dan populasi generasi muda yang tinggi. Menjadi tanggung jawab kita untuk menghubungkan kekuatan tersebut dengan capital, technology, institution, and global market,” kata Chairman IDBW Summit 2026 Aditya Raflein.

Dalam kegiatan tersebut Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan, Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf
01 / 03
Gallery 3 items
01
02
03
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Indonesia Blockchain Week 2026