Jakarta, 17 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memperkuat kolaborasi strategis bersama Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) untuk mengakselerasi ekosistem perfilman nasional. Langkah ini ditempuh melalui penyelenggaraan JAFF Festival ke-21 dan JAFF Market 2026 yang dirancang sebagai hub terintegrasi guna mempertemukan pelaku industri film, investor, pemilik brand, serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif di Jogja Expo Center pada 28–30 November 2026 mendatang.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (tengah), berdialog dengan Festival Director Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) , Ifa Isfansyah (kedua kiri) saat menerima audiensi JAFFdi Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (12/08/2026).
“Penyelenggaraan JAFF Festival dan JAFF Market harus semakin besar kolaborasinya sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kementerian Ekraf juga terus mendorong IP dari subsektor film tidak hanya dilihat sebagai karya, tetapi mampu menjadi aset berharga yang menjadi bagian skema pembiayaan. Ini penting dilakukan supaya para pegiat subsektor perfilman memiliki akses pembiayaan atau agunan yang lebih mudah untuk mengembangkan proyek-proyeknya,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi penyelenggara JAFF di kantor Kementerian Ekraf, Rabu (12/8).
Relevansi JAFF Market sebagai ruang bisnis dan jejaring subsektor film terbukti dari rekam jejak penyelenggaraan JAFF Market 2025. Ajang tersebut berhasil mencatatkan 7.784 pengunjung, 1.431 pemegang akreditasi, 116 booth dari 142 perusahaan, serta menghasilkan dampak ekonomi mencapai Rp130 miliar dengan nilai kesepakatan bisnis sebesar Rp43,25 miliar.
“Menariknya, JAFF Market tahun ini bukan hanya forum business to business (B2B). Bisa juga diperkuat sebagai tempat bertemunya industri, investor, dan pegiat usaha atau menjadi hub sehingga bisa dihubungkan dengan berbagai stakeholder yang telah berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf untuk membangun ekosistem perfilman yang lebih kuat. Selain itu, kegiatan WCCE 2026 juga bisa dimanfaatkan menjadi bagian dari Road to JAFF Market melalui ruang promosi film atau mengisi workshop saat Creative Session,” imbuh Teuku Riefky.
Rencananya, JAFF Market 2026 akan diselenggarakan pada 28-30 November di Jogja Expo Center. Kegiatan ini dirancang sebagai hub and marketplace bagi ragam sektor industri yang terhubung dengan ekosistem film Indonesia melalui program JAFF Future Project, Content Market, Talent Day, Film Industry Exhibition, Company Showcase, Film Conference, Networking Event, Market Screening Room, hingga JAFF Market Partnership Forum.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“JAFF sudah menjadi hub untuk pegiat industri perfilman, akademisi, dan bakat baru yang memberi energi pada film festival sehingga kami membuat JAFF Market supaya lebih punya impact yang real terhadap industri kreatif. Dalam subsektor film, tentu ada 4 elemen seperti sineas (pembuat film), penonton, media, dan pemerintah yang memang harus bersinergi dengan visi yang sama guna mendukung kolaborasi antarstakeholder,” tutur Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah.
Pembahasan kolaborasi berlanjut dengan usulan lain seperti penguatan forum B2B dan B2C yang lebih berkualitas, ruang pertemuan brand dengan film maker serta produser, pemanfaatan aset promosi pemerintah bagi film Indonesia yang berprestasi di kancah global, hingga pemanfataan jejaring internasional untuk menghadirkan film maker industri global ke Indonesia. Dengan demikian, JAFF Festival dapat menjadi pintu masuk penguatan ekosistem film, sementara JAFF Market menjadi ruang bisnis dan monetisasi IP.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan; Direktur Televisi dan Radio, Radi Manggala; Plh. Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Aulia Chloridiany; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Hadir pula Executive Director JAFF, Ajish Dibyo; Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni; beserta Business Strategis JAFF Market, FX Iwan.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
