Jakarta, 12 September 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perusahaan teknologi Indonesia terus melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri dan menciptakan nilai tambah hingga menembus pasar global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai perkembangan McEasy menjadi salah satu contoh positif. Perusahaan teknologi asal Indonesia itu terus mengembangkan solusi digital untuk memperkuat ekosistem mobilitas, transportasi, dan logistik.
“Indonesia memiliki talenta, pasar, dan kebutuhan industri yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi inovasi teknologi, seperti yang ditunjukkan oleh McEasy. Tantangannya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, mampu dikomersialisasikan, dan pada akhirnya dapat bersaing di pasar global,” ujar Menteri Ekraf di Jakarta, Rabu (9/9).
Didirikan pada 2017, McEasy digunakan sekitar 2.000 perusahaan, dengan sistem yang mencatat sekitar 350 juta kilometer perjalanan kendaraan setiap bulan. McEasy juga berhasil memperoleh pendanaan Seri B senilai 9 juta dolar AS dari Integra Partners, perusahaan modal ventura berbasis Singapura, dengan fasilitas growth debt dari InnoVen Capital, setelah sebelumnya memperoleh pendanaan Seed dan Seri A dari East Ventures serta Granite Asia.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perusahaan teknologi Indonesia terus melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri dan menciptakan nilai tambah hingga menembus pasar global.
“Capaian ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun produk yang menjawab kebutuhan industri sekaligus memperoleh kepercayaan pasar dan investor. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa inovasi yang lahir di Indonesia ke tingkat regional,” ujar Teuku Riefky.
Menteri Ekraf menambahkan, Kementerian Ekraf berkomitmen menjalankan peran sebagai fasilitator pendamping untuk membantu startup teknologi memperkuat perjalanan dari inovasi menuju komersialisasi.
“Kami ingin memastikan inovasi yang lahir dari Indonesia tidak berhenti pada tahap prototype. Inovasi harus memiliki jalur untuk dikembangkan, dilindungi, dikomersialisasikan, dan diperluas ke pasar yang lebih besar. Di sinilah pemerintah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan startup agar inovasi mereka dapat tumbuh menjadi produk dan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Menteri Ekraf.
Co-Founder & CEO McEasy, Raymond Sutjiono, menyampaikan bahwa pendanaan Seri B menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan teknologi analitik dan kecerdasan artifisial perusahaan, sekaligus menjadi modal untuk memperluas bisnis ke pasar Asia Tenggara.
“Pendanaan ini memungkinkan kami beralih dari sekadar merekam menjadi mampu memprediksi, mengubah sembilan tahun data kendaraan menjadi model AI yang membantu operator armada mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan hanya apa yang sudah terjadi,” ujar Raymond.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
