Jakarta, 16 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Braze, perusahaan teknologi yang membantu bisnis membangun keterlibatan pelanggan, untuk memperkuat transformasi ekosistem digital ekonomi kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Braze di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kolaborasi ini akan difokuskan pada penyelenggaraan Grow with Braze yang dijadwalkan pada awal Agustus. Kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas pegiat ekraf sekaligus perluasan akses pasar global bagi mereka melalui pemanfaatan teknologi pemasaran digital.
“Kolaborasi dengan Braze harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga teknologi dan jaringan global yang dimiliki Braze dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, membantu pegiat usaha meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mendorong lahirnya lebih banyak national champion untuk bisa go global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi dari Braze di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (16/7).
Braze merupakan perusahaan teknologi yang membantu berbagai merek global membangun keterlibatan pelanggan melalui Customer Engagement Platform (CEP) berbasis cloud. Platform ini memungkinkan perusahaan menghadirkan komunikasi yang lebih personal dengan memanfaatkan data real-time dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung transformasi bisnis.
Menteri Ekraf menjelaskan bahwa Kementerian Ekraf kini membina 21 subsektor ekonomi kreatif yang dikelompokkan dalam empat klaster besar, dengan tujuh subsektor yang menjadi prioritas nasional.
Melalui pendekatan heksaheliks, pemerintah terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Fokus pemerintah yakni mempercepat akselerasi pegiat ekonomi kreatif yang telah memiliki kapasitas produksi dan potensi pasar sehingga mampu naik kelas.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
"Fungsi dari Kementerian Ekraf lebih sebagai akselerator. Kami ingin pegiat ekonomi kreatif yang sudah memiliki produk dan kapasitas bisnis dapat tumbuh lebih cepat melalui akses teknologi, pelatihan, pemasaran, investasi, hingga jejaring internasional. Kolaborasi dengan perusahaan global seperti Braze menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat proses tersebut, termasuk kurasi bersama yang memberikan dampak lebih lanjut," jelas Menteri Ekraf.
Dalam kesempatan itu, Braze menawarkan sejumlah kerja sama, antara lain penyediaan 1.000 sertifikasi gratis mengenai customer engagement and digital campaign bagi pegiat ekraf, dukungan teknologi untuk membantu pegiat usaha membangun komunikasi digital yang lebih personal, hingga rencana penyelenggaraan konferensi teknologi pemasaran berskala internasional pada 4 Agustus 2026 yang akan menghadirkan CEO global Braze dari Amerika Serikat. Menteri Ekraf diharapkan menjadi keynote speaker sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas melalui momentum tersebut.
"Kami percaya teknologi customer engagement dapat membantu pegiat ekonomi kreatif Indonesia membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen. Maka, kami ingin berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf melalui pelatihan, sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi agar semakin banyak pegiat ekraf Indonesia yang mampu berkembang dan bersaing di pasar global," harap Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia.
Selain membahas agenda konferensi, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pelatihan talenta digital, kolaborasi peningkatan optimalisasi bisnis dari binaan Kementerian Ekraf, hingga partisipasi keterlibatan Braze dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dunia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam pertemuan ini, Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan; beserta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Publik dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Turut hadir pula Account Director Braze, Bakti Oetomo dan CEO PT Laju Omega Digital, Deddy Wahyudi.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
