Jakarta, 23 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Ruang Film Pacitan di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (23/6). Pertemuan tersebut membahas pengembangan Festival Film Horor (FFH) yang diselenggarakan Ruang Film Pacitan bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai ruang apresiasi sekaligus penguatan ekosistem perfilman di Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Ruang Film Pacitan di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menteri Ekraf menilai FFH memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai festival film bertema horor pertama di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah inkubasi talenta dan penggerak ekonomi kreatif. Menurutnya, kekayaan budaya dan ragam cerita rakyat Indonesia merupakan sumber inspirasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi industri perfilman nasional.
"Indonesia sangat memiliki keberagaman serta keunikan dalam budaya hingga cerita horor selayaknya tambang emas baru. Kementerian Ekraf siap mengkolaborasikan FFH dengan mitra kementerian untuk semakin membuat benchmark di mana event FFH tahun ini dapat naik kelas," ujar Menteri Ekraf.
Potensi tersebut tercermin dari penyelenggaraan perdana FFH pada tahun 2025, yang berhasil diikuti sebanyak 285 film dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan eksibisi. Festival ini juga memiliki karakteristik yang kuat karena digelar di kawasan pesisir Pantai Pancer Door serta sejumlah lokasi strategis di Pacitan. Konsep tersebut menjadi pembeda yang memperkuat identitas FFH dibandingkan festival film lainnya di Indonesia.
Tahun ini, FFH 2026 mengusung tema INDIGO: Melihat yang tak terlihat. Membaca yang terlupakan. Membangun yang akan datang. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026, sementara malam puncak atau awarding dijadwalkan pada 9–12 September 2026.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengatakan, FFH telah memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun pengembangan kegiatan kreatif lainnya. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang temu bagi para pelaku perfilman dan masyarakat.
"FFH ini yang mendatangkan event lain yang menurut saya itu selama ini bisa mendatangkan wisatawan. Tentu kami mengharapkan FFH 2026 dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf hingga mampu menjadi festival Provinsi, nasional bahkan global,” kata Indrata.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Muniirul Ichwan, serta Direktur FFH, Idham Nugrahadi dan perwakilan Ruang Film Pacitan. Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, dan Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
