Menteri Ekraf Dukung Revitalisasi Keraton, Peluang Besar Jadi Sumber Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 24 April 2026
Menteri Ekraf Dukung Revitalisasi Keraton, Peluang Besar Jadi Sumber Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Jakarta, 24 April 2026 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa akar budaya dan kreativitas suatu negara perlu diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi baru. Untuk itu pemerintah mendukung revitalisasi keraton.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan dalam acara Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, Jumat, (24/4/2026).

“Secara umum, negara-negara dengan industri kreatif maju adalah negara yang memiliki akar budaya kuat. Amerika dengan Hollywood-nya, Jepang dengan anime, Korea dengan K-pop dan K-drama, hingga India dengan Bollywood, semuanya berhasil mengkapitalisasi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Nusantara memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan berikutnya, dengan kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dari keraton-keraton yang dapat diolah menjadi sumber ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4).

Diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Seminar Nasional dan Pameran Lukisan merupakan wadah bertukar pikiran antara raja, sultan, budayawan, akademisi, pegiat ekonomi kreatif, serta para pemangku kepentingan lainnya yang merupakan wujud komitmen atas amanah revitalisasi keraton di Indonesia. FSKN sendiri merupakan organisasi yang mewadahi kerajaan dan kesultanan se-Nusantara sejak 2006, dengan peran strategis dalam menjaga warisan budaya serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pembangunan kebudayaan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 24-30 April 2026 ini bertujuan menyusun kerangka acuan nasional yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai panduan bagi pemerintah dalam mengembangkan keraton se-Nusantara melalui rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf menekankan bahwa keraton memiliki peran sentral sebagai penjaga akar budaya yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Komitmen ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto sejak awal menegaskan pentingnya revitalisasi keraton dan kerajaan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa.

“Dari cerita-cerita sejarah bisa lahir berbagai produk kreatif, mulai dari komik, film, animasi, hingga gim. Tidak akan habis sumbernya, karena setiap daerah memiliki kekayaan cerita atau legenda masing-masing yang bisa diangkat dan dikembangkan. Kami siap berkolaborasi dengan FSKN dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pelestarian budaya yang juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf.

Penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam mendorong revitalisasi keraton agar tidak hanya berfungsi sebagai pelestari sejarah, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan upaya menggali kembali pengetahuan dan teknologi Nusantara yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan berbasis sains modern, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan Pameran Lukisan, Dedi Yusmen.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

“Ekonomi kreatif ke depan harus berbasis teknologi yang kuat dan bersandar pada ilmu-ilmu Nusantara yang bersumber dari keraton dan kerajaan. Inilah kekayaan besar yang belum sepenuhnya kita gali dan harus kita kembangkan bersama,” ujar Dedi.

Selain seminar, kegiatan ini juga menampilkan karya para pelukis dari Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) yang menghadirkan lukisan bertema budaya Nusantara, sejarah, dan kebangsaan. Menteri Ekraf turut berkeliling meninjau pameran tersebut dan mengapresiasi karya-karya yang merefleksikan kekayaan nusantara Indonesia.

Acara ini semakin menegaskan potensi ekonomi kreatif sebagai the new mining and the new engine of growth yang dapat menggerakkan perekonomian nasional secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai sumber utama, revitalisasi keraton diharapkan tidak hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Seni Pertunjukan
Subsektor Bidang Kreativitas Budaya
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Seni Pemicu Ekonomi Kreatif
Kolaborasi Industri Kreatif
Membangun Ekonomi Kreatif dari Daerah
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kemajuan Ekonomi Kreatif
Potensi Besar Ekonomi Kreatif
Produk Lokal Pacu Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
Literasi Ekonomi Kreatif
Memperkuat Distribusi dan Konsumsi Produk Ekonomi Kreatif

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...