Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Uma Nusantara dan Propan Raya untuk Kembangkan Desa Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 11 September 2025
Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Uma Nusantara dan Propan Raya untuk Kembangkan Desa Kreatif

Jakarta, 11 September 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menjajaki kolaborasi strategis dengan Yayasan Uma Nusantara dan PT Propan Raya untuk mengembangkan program Desa Kreatif yang berkelanjutan. Kolaborasi ini akan fokus pada pengembangan arsitektur dan kriya berbasis kearifan lokal di 83 kabupaten kreatif yang telah menjadi mitra Kementerian Ekraf.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Yayasan Uma Nusantara dan PT. Propan Raya untuk mengembangkan program Desa Kreatif, Jakarta, Kamis (11/09/2025).

“Saat ini ada 83 kabupaten kreatif yang menjadi mitra strategis kami, dan terdapat program Desa Kreatif yang bisa kita kembangkan bersama. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Propan Raya dan Yayasan Uma Nusantara, baik itu kolaborasi dengan subsektor arsitektur, infrastruktur, maupun kriya, harapannya nanti bisa tercipta program yang bukan sekadar seremoni lalu pulang, tetapi yang berdampak, dan terjadi domino effect di situ,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, pada Kamis, 11 September 2025.

Menteri Ekraf turut mengapresiasi program "Menenun Rumah," program yang diinisiasi oleh Yayasan Uma Nusantara bersama PT Propan Raya di di Desa Umapura, Alor, NTT, di mana rumah-rumah warga di cat dengan warna-warna dari motif kain tenun khas Alor. Menteri Ekraf menilai visi besar dari program tersebut selaras dengan semangat Kementerian Ekraf dalam mendorong industri kreatif yang berbasis kearifan lokal dan budaya.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

“Kalau kita melihat tren dunia saat ini, industri kreatif biasanya berkembang di negara yang akar budayanya kuat, seperti Jepang, Korea, Cina, dan mungkin Indonesia berikutnya. Budaya itu menjadi hulu yang harus kita konservasi, lalu kita turunkan dan berikan sentuhan inovasi, kreativitas, dan ekonomi kreatif lah yang menjadi hilirnya," ucap Menteri Ekraf.

Menteri Ekraf menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan Nusantaranya, tapi seringkali kesulitan dalam hal komersialisasi.

"Program ‘Menenun Rumah’ berhasil mengombinasikan dan menurunkan hulu-nya tanpa merusaknya, dan menciptakan dampak berantai bagi warga desanya,” kata Menteri Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Yori Antar, Pemilik Yayasan Uma Nusantara sekaligus arsitek di Han Awal & Partners, menekankan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada kreativitas dan gotong royong. Menurutnya, kedua hal tersebut perlu dipadukan dengan semangat entrepreneur agar mampu melahirkan peluang baru yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Selama menjadi arsitek, saya tidak pernah diajarkan ilmu entrepreneur, padahal entrepreneur itu adalah ilmu menciptakan lapangan pekerjaan. Kita sering terbiasa menunggu proyek datang secara top down, padahal yang dibutuhkan adalah menciptakan sendiri peluang itu. Indonesia ini orang-orangnya luar biasa kreatif. Dengan kreativitas yang kita miliki dan kekuatan gotong royong, kita bisa mengubah mindset tersebut menjadi bottom up,” ujar Yori.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Direktur PT Propan, Yuwono Imanto, menegaskan bahwa sejak 2012 pihaknya konsisten mendukung arsitektur Nusantara melalui berbagai sayembara desain. Menurutnya, sayembara lebih berdampak dibanding seminar karena melahirkan gagasan kreatif sekaligus implementasi nyata.

“Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, kami ingin memastikan ide-ide kreatif itu bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program seperti sayembara homestay Nusantara, misalnya, membantu meningkatkan kualitas hunian warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Yuwono.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Yayasan Uma Nusantara adalah lembaga yang berfokus pada pelestarian arsitektur tradisional dan budaya masyarakat adat. Sejak berdiri pada 2008, yayasan ini aktif membangun kembali rumah adat, mengajarkan arsitektur Nusantara kepada generasi muda, dan mendukung sentra tenun seperti melalui program Jalur Tenun Sumba. Sementara itu, PT Propan Raya, produsen cat nasional, juga konsisten mendukung arsitektur Nusantara dan pelestarian budaya lewat program CSR (Corporate Social Responsibility), termasuk pengembangan desa wisata.

Melalui penggalian potensi kerja sama dengan kedua pihak tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif optimistis dalam menciptakan program-program berkelanjutan yang dapat menguatkan ekosistem industri kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Setahun Bekerja, Bergerak
Setahun Bekerja, Berdampak
SetahunBerdampak
SetahunBergerak