Menteri Ekraf Kunjungi L’île Chocolate dan Sentra Rendang, Dorong Potensi Lokal Kuliner Padang

Kemenekraf/Bekraf RIMinggu, 9 Agustus 2026
Menteri Ekraf Kunjungi L’île Chocolate dan Sentra Rendang, Dorong Potensi Lokal Kuliner Padang

Padang, 9 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengunjungi L’île Chocolate Factory Outlet, Museum & Cafe dan Sentra Rendang di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/8). Kunjungan ini bertujuan mengakselerasi pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal melalui penguatan fasilitas pengolahan, inovasi subsektor kuliner, dan perluasan rantai pasok daerah.


Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat meninjau fasilitas pengolahan dan pengembangan kuliner rendang di Sentra Rendang, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/8/2026).

Di L’île Chocolate Factory Outlet, Museum & Cafe, Menteri Ekraf meninjau area museum dan galeri yang memperkenalkan kakao dan produk olahannya, sekaligus melihat berbagai produk cokelat yang dikembangkan. L’île Chocolate mengembangkan produk tree-to-bar craft chocolate dengan memanfaatkan kakao lokal Sumatera, mulai dari pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat bernilai tambah.

“Kita melihat bagaimana kekayaan bahan baku lokal, khususnya kakao, dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah dan identitas yang kuat. Model seperti ini penting karena ekonomi kreatif bukan hanya berbicara tentang produk akhirnya, tetapi bagaimana potensi daerah diolah melalui kreativitas dan inovasi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” ujar Teuku Riefky.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

L’île Chocolate juga mengembangkan museum kakao sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan proses pengolahan kakao dan cokelat kepada masyarakat. Pengembangan tersebut memperlihatkan bagaimana komoditas lokal dapat dikembangkan tidak hanya menjadi produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman kreatif yang menggabungkan unsur edukasi, wisata, dan kuliner. Produk L’île Chocolate juga telah menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Singapura pada Juni 2025.

Di Sentra Rendang, Menteri Ekraf melihat fasilitas dan mesin pengolahan yang mendukung pengembangan industri kuliner rendang. Sentra Rendang merupakan fasilitas yang dikembangkan Pemerintah Kota Padang untuk mendukung produksi, pemasaran, pembinaan, serta pengembangan kuliner rendang dan meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

“Rendang memiliki kekuatan sebagai bagian dari identitas gastronomi Padang. Melalui Sentra Rendang, kita melihat bagaimana tradisi kuliner dapat didukung dengan fasilitas produksi dan pengembangan yang lebih terarah, sehingga pengetahuan dan kekayaan kuliner ini tetap terjaga sekaligus dapat berkembang mengikuti kebutuhan industri,” kata Teuku Riefky.

Kedua lokasi tersebut menunjukkan ragam potensi ekonomi kreatif Padang yang bersumber dari kekayaan lokal. Pengolahan kakao menjadi cokelat memperlihatkan penciptaan nilai tambah dari komoditas daerah, sementara pengembangan rendang menunjukkan upaya menjaga kekayaan kuliner tradisional sekaligus mendukung keberlanjutan pelaku industrinya.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Kementerian Ekraf mendorong pengembangan produk berbasis bahan dan tradisi lokal melalui peningkatan kualitas, inovasi, kapasitas pelaku, serta perluasan akses pasar. Visitasi ke L’île Chocolate dan Sentra Rendang menjadi bagian dari upaya melihat langsung potensi tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan produk unggulan daerah.

Wali Kota Padang Fadly Amran turut mendampingi Menteri Ekraf dalam visitasi tersebut.

Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf