Menteri Ekraf Perkuat Akses Pasar Produk Ekonomi Kreatif di Kanada

Kemenekraf/Bekraf RIKamis, 2 Juli 2026
Menteri Ekraf Perkuat Akses Pasar Produk Ekonomi Kreatif di Kanada

Jakarta, 2 Juli 2026 - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab untuk membahas strategi memperluas akses pasar produk ekonomi kreatif. Menteri Ekraf mengatakan Kanada merupakan pasar potensial dengan daya beli masyarakat yang tinggi dan minat yang terus berkembang terhadap produk-produk kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kanada di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

"Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekraf di Indonesia itu memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif," ujar Menteri Ekraf dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (2/7).

Menteri Ekraf mengatakan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada memiliki prospek yang semakin menjanjikan, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang kerja sama yang lebih komprehensif.

Pada 2025, sektor ini menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja nasional. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memanfaatkan berbagai kerja sama ekonomi internasional, termasuk Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA), guna meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di pasar global.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan peluang pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di Kanada masih sangat terbuka. Selain kota-kota besar seperti Toronto, kawasan seperti Quebec juga memiliki potensi besar karena didukung ekosistem industri kreatif yang berkembang dan daya beli masyarakat yang tinggi.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Keratif/ Badan Ekonomi Kreatif.

"Quebec dapat menjadi salah satu pusat pengembangan fesyen Indonesia. Selain itu, kami juga terus memperkenalkan beragam kuliner Nusantara melalui food festival di Toronto. Sebanyak 97 ribu wisatawan Kanada berkunjung ke Indonesia, dan angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan. Kami berharap dapat mengkolaborasikan pegiat ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai perusahaan di Kanada," ujar Muhsin.

Kementerian Ekraf bersama KBRI Ottawa berkomitmen memperkuat sinergi dalam membuka peluang promosi, investasi, serta jejaring bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penetrasi produk kreatif nasional ke pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha kreatif.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Keratif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris I Pensosbud KBRI Ottawa, Fajar Kurniawan. Sedangkan Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Amir Hamzah; Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Aulia Chloridiany; Direktur Fesyen, Romi Astuti; Direktur Gim, Luat S.P. Sihombing; serta Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Pasar Global
Kolaborasi Industri Kreatif
Subsektor Ekonomi Kreatif - Desain Produk
Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI
Memperkuat Distribusi dan Konsumsi Produk Ekonomi Kreatif
Eksplorasi dalam Ekonomi Kreatif