Jakarta, 3 Agustus 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Direktorat II JAMINTEL Kejaksaan Agung bersama ASLINMAS dan ABPEDNAS di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (3/8). Pertemuan membahas sinergi pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa melalui penguatan Program Desa Kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menteri Ekraf menegaskan pengembangan desa merupakan prioritas pemerintah sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Melalui Program Desa Kreatif, Kementerian Ekraf mendorong pengembangan desa secara bertahap sesuai potensi pada 21 subsektor ekonomi kreatif.
“Seluruh intervensi pemerintah di desa harus saling terhubung. Desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif akan kita dorong bersama agar mampu membuka peluang usaha, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Ekraf.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak menjajaki kolaborasi dalam pemetaan dan kurasi desa kreatif, pemanfaatan karya Program Film Jaga Desa, serta optimalisasi jejaring SATLINMAS dan BPD untuk mendukung pendataan potensi ekonomi kreatif desa. Program Aktivasi Desa Kreatif juga akan diperkuat melalui pendampingan, pengembangan produk, fasilitasi kekayaan intelektual, akses pembiayaan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Kolaborasi dengan ABPEDNAS dan ASLINMAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui jejaring SATLINMAS dan BPD di berbagai daerah,” tambah Menteri Ekraf.
Sekretaris Jenderal ASLINMAS dan ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung identifikasi dan pengembangan desa berpotensi ekonomi kreatif melalui jaringan SATLINMAS dan BPD di seluruh Indonesia.
“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD yang telah kami miliki. Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, termasuk pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, maupun berbagai potensi lokal lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Adhitya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi Kementerian Ekraf bersama JAMINTEL, ASLINMAS, dan ABPEDNAS dalam memperluas pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.
Turut mendampingi Menteri Ekraf, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah serta Direktur Fasilitasi Infrastruktur Ekonomi Kreatif Fahmy Akmal.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
#81DetikCeritaIndonesia #PahlawankuInspirasiku #WarnaiIndonesia #BingkaiIndonesia #BersamaUntukIndonesia
