Tapanuli Utara, 11 Juli 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi pameran fotografi 'Toba Heritage' yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Danau Toba. Menteri Ekraf meyakini pameran ini menjadi langkah strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif subsektor fotografi.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kiri), bersama Fotografer profesional sekaligus pendiri Huta Art Space, Edward Tigor Siahaan (kanan) mengamati foto pada pameran Toba Heritage Photo Exhibition 2026 di Huta Art Space, Sumatra Utara, Sabtu (11/7/2026).
"Horas! Pameran ini menjadi wadah penting untuk menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan warisan Toba melalui karya fotografi yang menginspirasi. Melalui lensa para fotografer, kita diajak untuk menghargai kekayaan identitas bangsa yang menjadi sumber kreativitas dan kebanggaan Indonesia," Menteri Ekraf di sela kunjungan di Huta Art Space, Sumatera Utara, Sabtu (11/7).
Pameran Toba Heritage berlangsung pada 10 Juni hingga 10 Agustus 2026 dengan mengusung semangat 'Rekonstruksi Visual tentang Warisan'. Konsep ini merayakan kekayaan budaya dan merawat warisan leluhur melalui medium visual.
Pameran ini menghadirkan 47 karya visual dari 10 fotografer yang merekam warisan seni budaya, hunian masyarakat, hingga lanskap alam kawasan Danau Toba yang sarat akan nilai sejarah dan kearifan lokal.
"Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar didukung kekuatan budaya, talenta kreatif, dan pemandangan alam kelas dunia seperti Danau Toba. Dalam konteks tersebut, fotografi bukan hanya medium ekspresi tetapi juga berperan dalam memperkuat promosi kunjungan turis, membangun narasi daerah, dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ucap Menteri Ekraf.
"Semoga Toba Heritage Photo Exhibition 2026 yang didukung oleh BTN berjalan sukses, menjaring ruang apresiasi bagi para fotografer serta semakin memperkenalkan kekayaan warisan Toba kepada Indonesia dan dunia," imbuh Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Fotografer profesional sekaligus pendiri Huta Art Space, Edward Tigor Siahaan, menuturkan bahwa pameran ini bertujuan membangun ekosistem fotografi yang berkelanjutan. Melalui proses kurasi oleh Darwis Triadi dan kolaborasi dengan Komunitas Fotografer Danau Toba (KFDT), pameran ini berhasil menyajikan karya dengan kekuatan teknis dan narasi yang mendalam.
"Toba Heritage bukan sekadar pameran fotografi, tetapi menjadi ruang temu bagi para fotografer lokal untuk bertumbuh, saling belajar, dan memperkenalkan kekayaan warisan Danau Toba kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran Menteri Ekraf menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi komunitas kreatif kami untuk terus berkarya," ujar Edward Tigor Siahaan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Selain mengunjungi pameran, Menteri Ekraf menyempatkan diri singgah di Piltik Coffee guna memperkuat sinergi antara pemerintah dan pegiat kreatif dalam mengembangkan subsektor kuliner. Melalui penguatan ruang kreatif dan peningkatan kapasitas talenta, diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat; Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar; Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan, Panji Purboyo; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
