Menteri Ekraf Tegaskan Daerah Jadi Titik Awal Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Nasional

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 29 Juli 2026
Menteri Ekraf Tegaskan Daerah Jadi Titik Awal Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Nasional

Jakarta, 29 Juli 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kehadiran Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 semakin memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, dan optimalisasi potensi daerah. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI bertajuk Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Program Prioritas serta Isu-Isu Strategis Nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Auditorium BAKOM RI, Jakarta, Rabu (29/07/2026).

Dalam paparannya, Menteri Ekraf menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi kreatif sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat kewirausahaan, serta meningkatkan nilai tambah melalui inovasi, teknologi, budaya, dan kekayaan intelektual. Pada 2025, sektor ekonomi kreatif mencatatkan kinerja positif dengan realisasi investasi mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target, nilai ekspor sebesar USD31,94 miliar atau 120 persen dari target dengan kontribusi sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonmigas, serta menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107 persen dari target, yang didominasi generasi muda dan perempuan.

"Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melihat bahwa ekonomi kreatif telah menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini tercapai tak sekadar kontribusi terhadap PDB, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, memperluas investasi dan ekspor, serta memastikan manfaat ekonomi kreatif dirasakan ke berbagai wilayah di Indonesia," ujar Menteri Ekraf di Auditorium BAKOM RI, Jakarta, Rabu (29/7).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Menteri Ekraf menambahkan, saat ini Kementerian Ekraf telah mengelompokkan berbagai program ke dalam delapan klaster prioritas ASTA EKRAF, yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, pembiayaan, pemasaran, hingga diplomasi ekonomi kreatif.

Untuk semakin memperkuat arah pembangunan ekonomi kreatif nasional, pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai pedoman pembangunan ekonomi kreatif selama 20 tahun ke depan. Dokumen tersebut mencakup 21 subsektor ekonomi kreatif, empat tahapan implementasi, serta pembagian peran lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi kreatif berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Rindekraf menjadi panduan strategis sehingga pengembangan ekonomi kreatif berjalan terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi heksaheliks lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan, kami ingin memperkuat ekosistem yang mampu memunculkan lebih banyak karya serta talenta kreatif bernilai tambah dan berdaya saing global," ungkap Menteri Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Selain itu, Kementerian Ekraf siap menjalankan berbagai program prioritas, antara lain Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk memperkuat talenta, mendorong lahirnya pegiat usaha kreatif baru, serta mengakselerasi produk kreatif lokal sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Ekraf juga menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Forum internasional tersebut diharapkan menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy yang diusulkan menjadi agenda pembangunan global pasca-Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia.

Konferensi pers yang diselenggarakan Bakom RI ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan informasi yang akurat, faktual, dan terkini mengenai program prioritas nasional, sekaligus memperkuat komunikasi publik terkait strategi pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya turut didampingi Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Agus Syarip Hidayat; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

#81DetikCeritaIndonesia #PahlawankuInspirasiku #WarnaiIndonesia #BingkaiIndonesia #BersamaUntukIndonesia 

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi