Jakarta, 30 Oktober 2025 - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi dari Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS). Pertemuan ini menjadi momentum awal penguatan kolaborasi Indonesia dan negara-negara anggota OACPS di bidang ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari The Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS), Jakarta, Kamis (30/10/2025).
OACPS merupakan organisasi pembangunan yang berdiri berdasarkan Georgetown Agreement (1975) yang berperan penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan lintas kawasan, termasuk di sektor ekonomi kreatif. Dalam pertemuan tersebut Menteri Ekraf Teuku Riefky juga mengundang pihak OACPS untuk hadir pada World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Indonesia.
“Sebagai negara yang memprakarsai penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) sejak 2018, kami ingin terus mendorong kerja sama global yang bermakna di bidang ekonomi kreatif. Kami berharap kehadiran OACPS dalam WCCE 2026 dapat membuka peluang konkret bagi kemitraan pembangunan berkelanjutan antara Indonesia dan negara-negara anggota OACPS,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti peningkatan investasi asing di sektor ekonomi kreatif Indonesia yang saat ini didominasi oleh subsektor aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner. Potensi itu dinilai menjanjikan apalagi OACPS beranggotakan 79 negara dari kawasan Afrika, Karibia, dan Pasifik yang dapat meningkatnya investasi serta berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja baru serta memperluas ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Semakin besar investasi yang masuk, maka semakin besar pula peluang terbukanya lapangan kerja dan peningkatan ekspor produk kreatif. Investor asing tidak hanya melihat potensi pasar lokal, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar regional dan global,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Lebih lanjut, Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan bahwa 80 persen fokus kementerian diarahkan pada akselerasi pengembangan ekonomi kreatif, sementara 20 persen sisanya pada tahap inkubasi. Strategi akselerasi dilakukan melalui kurasi, peningkatan skala usaha, komersialisasi kekayaan intelektual, serta promosi dan jejaring global.
“Kami ingin pegiat ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu berlari. Melalui akselerasi berbasis kurasi, komersialisasi IP, serta promosi global, pegiat ekraf lokal dapat berkembang dari pahlawan nasional menjadi pahlawan global,” tutur Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sejalan dengan semangat Luanda Declaration (2022) dan Nairobi Declaration (2019), Indonesia melalui Kementerian Ekraf turut mendukung pengembangan kapasitas ekonomi kreatif negara-negara OACPS melalui Kerja Sama Selatan–Selatan (KSS) dan World Conference on Creative Economy (WCCE). Sekretaris Jenderal OACPS Moussa Saleh Batraki menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Indonesia, khususnya dalam rangka acara International Workshop on Creative Economy di Bali.
Dia juga mengapresiasi langkah Indonesia yang memiliki kementerian khusus untuk ekonomi kreatif, yang menurutnya menjadi bentuk komitmen dan belum banyak dimiliki oleh negara-negara lain.
“Kami sangat menghargai langkah Indonesia yang memiliki kementerian khusus untuk ekonomi kreatif, sesuatu yang belum banyak dimiliki negara lain. Selain berdiskusi, tujuan kami ke sini juga untuk mengundang pihak Kementerian Ekraf Indonesia untuk hadir dalam acara Summit of OACPS Heads of State and Government tahun depan,” ujar Moussa Saleh Batraki.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Delegasi Sekretaris Jenderal OACPS yang turut hadir dalam pertemuan tersebut termasuk Economic Affairs Officer Moustapha Adji Mbodou dan Special Assistant Stephane B. Mamadou.
Sementara Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Siam Wahyuni, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, Plt. Direktur Aplikasi Wahyu Wicaksono, Direktur Periklanan Selliana Halia Ishak.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
