Yogyakarta, 1 Desember 2025 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Netflix dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) Market 2025. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan praktik kerja profesional dan membuka peluang akses pasar global bagi industri film Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Netflix dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) pada ajang JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) Market 2025 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Senin (1/12/2025).
“Netflix telah berkembang menjadi bagian integral dari industri perfilman dunia. Karena itu, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat talenta Indonesia melalui pelatihan, kesempatan on-the-job training, serta akses ke pendanaan kreatif. Pemerintah berkomitmen mendukung upaya ini dalam semangat hexahelix agar dampaknya terasa langsung bagi pelaku industri,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar dalam acara yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 1 Desember 2025.
Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa kolaborasi Netflix dan APROFI merupakan momentum penting dalam mengakselerasi pertumbuhan industri film Indonesia sebagai the new engine of growth. MoU ini mencakup empat aspek utama: pengembangan kapasitas tenaga kerja melalui lokakarya terkurasi; program pelatihan kerja (on-the-job training) bagi alumni terpilih; dialog industri dan keterlibatan dalam isu regulasi untuk memperkuat ekosistem produksi; serta akses ke Netflix Fund for Creative Equity, yang membuka peluang lebih luas bagi talenta yang kurang terwakili.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Direktur Kebijakan Publik Netflix Asia Tenggara Ruben Hattari menyampaikan komitmen Netflix dalam memperkuat ekosistem film Indonesia.
“Setiap tahun saya hadir di JAFF dan melihat perkembangan industri yang begitu pesat. Netflix berkomitmen untuk terus berinvestasi dan mendukung pembangunan ekosistem perfilman Indonesia melalui program yang lebih konkret dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sementara itu Ketua APROFI Edwin Nazir menambahkan bahwa kerja sama ini melanjutkan program yang telah memberi dampak positif bagi pekerja film.
“APROFI dan Netflix sebelumnya berkolaborasi dalam workshop keselamatan kerja, dan hasilnya sangat baik. Program dua tahun ini kami rancang agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pembuat film dan mendorong profesionalisme di seluruh rantai produksi,” ungkapnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Penandatanganan MoU di JAFF Market 2025 membuka babak baru bagi kolaborasi Netflix dan APROFI, dengan langkah kerja yang lebih terarah untuk memperkuat jalur pengembangan talenta, meningkatkan kualitas lingkungan kerja, serta memperluas akses pembelajaran dan peluang produksi bagi kreator Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi ekosistem perfilman yang lebih sehat, inklusif, dan siap bersaing pada tingkat regional maupun global.
Turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar dalam visitasi yaitu Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Jago Anggara dan Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf Doni Setiawan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Selain itu turut hadir Director APAC Content & Studio Production Affairs Netflix Debra Richards, Market Director of JAFF Market Linda Ghozali dan Festival Director JAFF Ifa Ifansyah.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
