Magelang, 31 Mei 2026 – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memaknai Dharmasanti Waisak Nasional 2026 sebagai simbol persatuan Indonesia yang membawa kedamaian. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) turut menegaskan Perayaan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional sebagai contoh nyata tradisi, kreativitas, dan nilai kemanusiaan yang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri Dharmasanti Waisak Nasional 2026, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026).
"Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE (_Buddhist Era_). Semoga kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, dan keberkahan senantiasa menyertai langkah kita. Perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," kata Wapres Gibran dalam acara yang berlangsung di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5).
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Dharmasanti Waisak Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya, spiritual tourism, dan diplomasi keberagaman Indonesia. Perayaan Waisak Nasional 2570 BE tersebut turut dihadiri Wamen Ekraf Irene Umar, tokoh lintas bangsa, serta ratusan ribu umat Buddha dari berbagai daerah.
"Dharmasanti Waisak Nasional menjadi momentum yang menyatukan nilai kedamaian, budaya, dan kreativitas masyarakat. Perayaan ini tidak hanya menjadi ruang spiritual dan diplomasi budaya Indonesia, tetapi juga panggung bagi karya kreatif generasi bangsa yang melibatkan komunitas seni maupun budaya serta kolaborasi para pegiat ekraf. Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE,” ujar Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Menteri Ekraf menambahkan bahwa perayaan Waisak bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan sekaligus menghadirkan budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Kehadiran Kementerian Ekraf dalam peringatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan event nasional berbasis nilai budaya dan keagamaan yang mampu memberi dampak ekonomi sekaligus menguatkan citra Indonesia di mata dunia.
“Waisak mengajarkan nilai welas asih dan menumbuhkan kebijaksanaan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang penuh harmoni. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Walubi yang telah menunjukkan bagaimana tradisi dan spiritualitas dapat menjadi sumber inspirasi, inovasi, serta nilai ekonomi yang bersanding dengan harmoni di tengah masyarakat," tutur Menteri Ekraf.
Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional 2026 mengangkat tema ‘Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan’ serta subtema ‘Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia’. Puncak acara menyuguhkan aneka pertunjukan seperti tarian-tarian tradisional, penampilan paduan suara Walubi Jawa Tengah, serta pelepasan lentera (lampion) perdamaian yang merefleksikan Indonesia sebagai negara yang rukun dan bermartabat.
Kegiatan tersebut turut menekankan posisi Candi Borobudur sebagai simbol peradaban dan diplomasi budaya Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian dunia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Kehadiran jajaran Kementerian Ekraf juga menjadi tindak lanjut dari kolaborasi bersama Wadah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) yang terus berkembang sejak Hari Waisak Nasional 2569 BE mulai dari pengembangan area pameran seni hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Sinergi tersebut diharapkan menjadikan Waisak sebagai inspirasi dalam membangun masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berkeadaban.
Pada Perayaan Dharmasanti Waisak 2026, Menteri Ekraf didampingi Sekretaris Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, serta Direktur Kuliner Romi Astuti.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Beberapa tamu undangan lain yang tampak hadir yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP Walubi Sri Hartati Murdaya, jajaran komisaris utama InJourney, beserta para pejabat pemerintah pusat dan daerah maupun tokoh keagamaan lain dari seluruh Indonesia.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
