Bogor, 22 Juli 2026 – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, memimpin peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/7). Dalam sambutannya, Menko Polkam menyampaikan, pemberantasan narkoba merupakan komitmen strategis nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Kamis (23/7/2026).
Untuk itu, pemerintah bakal terus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang. Termasuk dengan penguatan peran Badan Narkotika Nasional (BNN), pencegahan dan deteksi dini serta berkolaborasi lintas kementerian dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan narkotika dan kemunculan jenis narkotika baru (NPS/_New Psychoactive Substances_).
"Saya ulangi, pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, bentuk komitmen politik dan strategis nasional yang tegas," ujar Djamari Chaniago.
Di tempat yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut pertemuan dengan BNN pada 9 Juni 2026 guna memperluas edukasi dan mitigasi risiko narkotika, sekaligus menegaskan komitmen sektor ekonomi kreatif dalam melindungi generasi muda.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
"Penyediaan wadah ekspresi yang positif dan produktif sangat penting bagi para pemuda agar mereka terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Perkembangan ekosistem kreatif menjadi sangat krusial, mengingat ekonomi kreatif kini berperan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang efektif membentengi serta menyalurkan potensi generasi muda," ujar Teuku Riefky.
Kementerian Ekraf dan BNN berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika melalui riset, penguatan SDM, sosialisasi di Creative Hub, pengembangan konten edukatif, serta kewirausahaan bagi generasi muda pada tujuh subsektor prioritas ekonomi kreatif.
Pelibatan generasi muda dinilai menjadi kunci karena Generasi Z dan Milenial mendominasi 63 persen tenaga kerja sektor kreatif. Melalui ruang berkarya yang produktif, ekonomi kreatif diharapkan mampu membentengi mereka dari penyalahgunaan narkotika.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
"Ekonomi kreatif menawarkan jalan bagi anak muda untuk membuktikan diri serta meraih kesuksesan melalui bakat dan karya nyata. Dengan iklim berkarya yang sehat, kita menjauhkan mereka dari jerat bahaya narkotika," imbuh Menteri Ekraf.
BNN menetapkan tema Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2026, "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045." Tema tersebut menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman narkotika melalui upaya pencegahan yang melibatkan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika tidak hanya sebatas penindakan hukum, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama membangun ketahanan diri generasi muda agar terhindar dari jerat narkoba sejak usia dini. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat memutus akar masalah sosial ekonomi sekaligus menyediakan pilihan kehidupan yang produktif dan bernilai bagi masa depan anak bangsa," tegas Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
