Perjalanan SOVLO, Jenama Lokal Bertahan dan Tumbuh di Tengah Krisis Global

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 9 Februari 2026
Perjalanan SOVLO, Jenama Lokal Bertahan dan Tumbuh di Tengah Krisis Global

Banyak bisnis usaha seolah berhenti akibat pandemi Covid-19 pada 2020, namun tidak dengan Lotus Group. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai penyedia cinderamata pernikahan dan hadiah korporat ini memilih untuk terus melangkah. Alih-alih menyerah pada keadaan, perusahaan ini justru membuka jalan baru dengan mengandalkan kreativitas dan kolaborasi.

Dari proses adaptasi itulah SOVLO lahir pada Juni 2020. Nama Souvenir Local bukan sekadar identitas, melainkan pernyataan arah, sebuah upaya untuk mempertemukan karya seniman lokal dengan pasar yang lebih luas. Di bawah kepemimpinan CEO sekaligus Founder, Lidya Valensia, SOVLO dibangun dengan visi menjembatani kreativitas ilustrator Indonesia dengan kebutuhan konsumen masa kini yang terus berkembang dan semakin sadar akan nilai karya lokal.

Baca Juga: Menteri Ekraf Dorong Penguatan Fesyen Muslim di Aceh, Jenama Lokal Harus Berdaya Saing

Wearable Art sebagai Prinsip Berkarya


Sumber : @sovlo.id

Bagi SOVLO, ilustrasi bukan sekadar ornamen visual. Setiap karya yang digunakan melalui proses kurasi yang cermat menjaga keaslian ide, kekuatan artistik, serta keselarasan dengan karakter produk. Pendekatan ini membuat setiap ilustrasi memiliki cerita, makna, dan nilai yang tidak mudah tergantikan.

Ilustrasi-ilustrasi tersebut kemudian dihadirkan dalam bentuk wearable art: tas, laptop sleeve, pouch, dompet, hingga berbagai aksesori personal yang menemani aktivitas sehari-hari. Lebih dari itu, SOVLO juga menghadirkan informasi tentang ilustrator di balik setiap desain. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga mengenal sosok kreator serta konteks cerita yang hidup di balik karya yang mereka gunakan.

Kampanye dan Kolaborasi


Sumber : Instagram @sovlo.id, @studioekonugroho dan @gambare.tika

Komitmen SOVLO terhadap illustrator lokal tercermin melalui berbagai kampanye yang dijalankan secara konsisten. Gerakan #BanggaIlustratorLokal menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan apresiasi publik terhadap karya visual Indonesia, sekaligus memperkuat posisi illustrator lokal di pasar nasional.

Baca Juga: Kementerian Ekraf Perkuat Strategi Pemasaran Jenama Fesyen Lokal Lewat IDE.IND Fesyen 2025

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Salah satunya melalui kerja sama edisi terbatas bersama Smartfren yang menghadirkan karya ilustrator Hana Madness. Terinspirasi dari pengalaman personal tentang kesehatan mental, ilustrasi tersebut diterjemahkan ke dalam desain fesyen edisi khusus. Di sini, ilustrasi tidak hanya tampil sebagai visual, tetapi menjadi media pesan emosional dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Ruang pertemuan antara seniman, komunitas, dan publik juga dihadirkan melalui Teras Inspirasi atau Terasi. Pada penyelenggaraan 2025, puluhan ilustrator turut terlibat dalam perayaan keberagaman kreativitas yang menampilkan berbagai sudut pandang visual dari seluruh penjuru Indonesia. Pengunjung diajak menyelami pengalaman ruang yang imersif dan penuh makna melalui sejumlah zona tematik. Salah satunya adalah Rumah Cahaya, sebuah persembahan kolaboratif lintas generasi antara Generasi pertama Tika dan Eko Nugroho, serta SOVLO bersama IDNFT, yang menghadirkan pertemuan antara seni, teknologi, dan eksplorasi kreatif di ranah baru. Sementara itu, Rumah Kita Semua dihadirkan sebagai ruang reflektif yang merayakan nilai inklusivitas melalui pameran karya Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI). Zona ini menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak mengenal batas, sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap keberagaman dan potensi setiap individu dalam ekosistem kreatif.

Membuka Ruang Tumbuh bagi Ilustrator


Sumber : sovlo.id

Kehadiran SOVLO membuka peluang baru bagi para ilustrator untuk memperluas jangkauan karya mereka. Ilustrasi yang sebelumnya hidup di ruang digital kini dapat dinikmati dalam bentuk produk yang hadir dalam keseharian. Model kolaborasi ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi ilustrator dalam rantai nilai ekonomi kreatif.

Baca Juga: Kementerian Ekraf Usung Visual dan Branding Digital Jadi Pamungkas IDE.IND Fesyen

Tema-tema yang diangkat pun beragam dan sarat makna dimulai dari Strong Woman, Kembang Nusantara, Grateful Indonesia hingga Indonesia Maju. Melalui karya-karya tersebut, ilustrator menyampaikan pesan tentang identitas, keberanian, dan optimisme, sekaligus memperkaya narasi visual Indonesia yang terus bertumbuh.

Tumbuh Bersama dalam Ekosistem Kreatif

Memasuki tahun 2026, semangat kolaborasi yang menjadi fondasi perjalanan SOVLO kian menguat melalui rencana penyelenggaraan Teras Inspirasi (Terasi) 2026 bertema Grow Together. Momentum ini menandai enam tahun kebersamaan SOVLO dengan para ilustrator dan konsumen yang tumbuh berdampingan dalam satu ekosistem kreatif.

Pada penyelenggaraan mendatang, Terasi dirancang menghadirkan instalasi seni dari 60 ilustrator terkurasi, serta pameran produk kolaborasi bersama sejumlah nama ternama seperti Dinda PS, Liunic, dan Darbotz. Antusiasme publik yang terus meningkat tercermin dari lebih dari 24 ribu pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi sinyal kuat bahwa ilustrasi lokal memiliki tempat di hati masyarakat.

Selain Terasi, SOVLO juga merencanakan peluncuran Rumah Ilustrator Lokal sebagai ruang belajar dan kolaborasi yang berkelanjutan. Inisiatif ini diperkuat dengan dukungan pemerintah melalui peran aktif Kementerian Ekonomi Kreatif. Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekraf dan Data, Jago Anggara, menyampaikan, kesiapan kementerian untuk mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku industri ritel dan mitra strategis, guna memperluas skala penyelenggaraan Terasi serta membuka peluang baru bagi ilustrator lokal.

Baca Juga: Kementerian Ekraf Buka Pendaftaran Program IDE.IND 2025 untuk Pegiat Fesyen Tanah Air

Rangkaian inisiatif tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara brand, illustrator, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Terasi dan program pendukung lainnya, SOVLO tidak hanya merayakan perjalanan kreatifnya, tetapi juga menghadirkan ruang tumbuh bersama bagi ilustrasi lokal di tingkat nasional.

Fesyen lokal
sovlo

Postingan Terkait

gambar GlamLocal 2026: Ruang Temu Jenama Lokal di Tengah Geliat Fesyen Ramadan
GlamLocal 2026: Ruang Temu Jenama Lokal di Tengah Geliat Fesyen Ramadan

Bulan ramadan menjadi momen puncak bagi geliat fesyen lokal. Antrean panjang terlihat memenuhi Pondok Indah Mall 3. Dalam satu hari, tercatat 7.700 lebih pengunjung hadir, dengan total akumulasi sekitar 30.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Di lapangan, ia menjelma menjadi arus manusia yang dinamis.

...
gambar Humblezing, Brand Lokal Berhasil ‘Kawinkan’ Gaya Urban dan Fungsi Outdoor
Humblezing, Brand Lokal Berhasil ‘Kawinkan’ Gaya Urban dan Fungsi Outdoor

Bandung punya cara tersendiri dalam membentuk orang-orang yang tinggal di dalamnya. Kota yang sejak lama dijuluki Paris van Java ini bukan sekadar udara sejuk dan pegunungan yang memikat. Kota ini penuh anak muda dengan ide yang tak bisa diam, komunitas kreatif yang tumbuh di antara kafe-kafe, serta sebuah pengakuan dari UNESCO Creative Cities Network sebagai City of Design. Di tengah ritme masyarakat urban yang terus bergerak, Bandung tumbuh menjadi ruang hidup bagi ide-ide segar dan komunitas kreatif. Dari sinilah brand Humblezing memulai titik awal.

...
gambar Mengenal Lebih Dekat : Perjalanan Perempuan Inspiratif Anne Avantie
Mengenal Lebih Dekat : Perjalanan Perempuan Inspiratif Anne Avantie

Pantang menyerah, penuh kelembutan, dan memiliki sorot mata yang menyimpan sejuta harapan merupakan rentetan kata yang mewakili sosok perempuan inspiratif Sianne Avantie, atau yang biasa kita kenal sebagai Anne Avantie. Seorang perancang busana dan pelopor kebaya kontemporer berkebangsaan Indonesia. Menghabiskan masa kecil di kota Surakarta, Jawa Tengah dengan ayah Hari Alexander yang memiliki usaha variasi mobil, dan ibu Amie Indriati memiliki usaha salon, dimana sejak mudanya berkecimpung dalam dunia fesyen dan kecantikan.

...