Jakarta, 2 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna memperluas promosi serta akses pasar produk fesyen Indonesia di kancah global. Langkah strategis ini dibahas dalam audiensi rencana penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
"Kami menyambut baik rencana penyelenggaraan IFW 2026, kolaborasi ini menjadi motor penggerak ekonomi yang penting untuk membuka keran pasar internasional yang lebih luas. Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," ujar Menteri Ekraf, Kamis (2/7).
Penyelenggaraan IFW 2026 menjadi momentum krusial bagi Kementerian Ekraf untuk memperkuat rantai pasok sekaligus mengukur dampak ekonomi nyata pada subsektor fesyen nasional. Sektor ini telah membuktikan posisinya sebagai pilar utama ekonomi kreatif dengan kontribusi sebesar 14,77% terhadap PDB ekonomi kreatif pada tahun 2025.
Selain mendominasi pasar domestik, subsektor fesyen juga menguasai pasar internasional dengan menyumbang 58,55% dari total ekspor ekonomi kreatif pada periode Januari–April 2026. Fokus penguatan ini berkaca pada capaian IFW tahun lalu yang melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer serta 4.000 pekerja kreatif dengan total pengunjung mencapai 34.000 orang, serta lonjakan transaksi digital hingga 50 persen.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Keratif/ Badan Ekonomi Kreatif.
"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Teuku Riefky.
IFW 2026 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan seluruh ekosistem industri mode, mulai dari desainer, akademisi, produsen aksesoris, hingga investor dan pembeli. Ajang yang diinisiasi oleh APPMI ini berkomitmen memfasilitasi pameran dagang, business matching, forum industri, hingga peragaan busana berbasis budaya Nusantara.
"Kami di APPMI yang telah bergerak selama lebih dari tiga dekade sangat mengapresiasi sambutan baik serta dukungan dari Kementerian Ekraf dalam penguatan kapasitas desainer lokal. Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," ungkap Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Keratif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Gelaran bergengsi IFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di JICC Senayan dengan mengusung tema 'Ulos Simetria' kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara diangkat sebagai inspirasi utama. Selain menghadirkan fashion show dari ragam desainer tanah air, acara ini juga akan diramaikan oleh program talks, bazaar, special deals, serta pertunjukan entertainment menarik.
Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Kepala Sub Direktorat Pemasaran dan Komersialisasi Fesyen, Lisa Riana Muallim; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media, Rocklin Aprilius Anderson.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
