Saat Pandemi Hentikan Pentas, Digital Bawa PPST Kencana Mas ke Panggung Dunia

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 22 Juni 2026
Saat Pandemi Hentikan Pentas, Digital Bawa PPST Kencana Mas ke Panggung Dunia

Pandemi Covid-19 sempat membuat banyak panggung seni di berbagai tempat terdiam. Ruang latihan yang biasanya bergemuruh dengan musik, gerak dan interaksi mendadak sunyi. Situasi ini bukan sekadar jeda, melainkan ujian bagi kelompok seni pertunjukan untuk tetap bertahan.

Tak terkecuali Perkumpulan Pencinta Seni Tari (PPST) Kencana Mas. Ketika pembatasan aktivitas mulai diberlakukan, kegiatan latihan yang menjadi denyut utama sanggar harus dihentikan sementara. Semua menunda tanpa kepastian. Padahal, kunci berkesenian mengandalkan kebersamaan dan interaksi.

Namun kondisi tersebut tidak membuat aktivitas kreatif berhenti sepenuhnya. Sanggar ini beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital sebagai ruang baru untuk belajar sekaligus memperkenalkan karya kepada publik. Upaya tersebut menunjukkan bahwa subsektor seni pertunjukan tetap mampu bertahan dan terus berkarya, sekaligus menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Baca Juga : Wamen Ekraf: Seni Ukir Jepara Identitas Budaya dan Ekonomi Bangsa


Sumber : Instagram @ppst.kencanamas

Seiring waktu, latihan tatap muka kembali dibuka secara terbatas dengan jumlah peserta berkisar 10 hingga 15 orang dalam satu sesi. Pola ini menjadi bentuk penyesuaian agar proses belajar tetap berjalan sambil tetap memperhatikan kondisi yang ada.

Pada saat yang sama, aktivitas digital sanggar semakin intensif. Berbagai latihan, pertunjukan, hingga proses kreatif mulai didokumentasikan dan dibagikan melalui media sosial. Unggahan konten yang dilakukan secara konsisten membantu meningkatkan visibilitas serta memperluas jangkauan audiens.

Dari titik inilah peluang baru mulai terbuka. Kehadiran digital yang semakin kuat membawa PPST Kencana Mas melampaui batas ruang fisik dan memperluas jangkauan hingga tingkat internasional. Salah satu momen penting datang ketika sanggar ini menerima undangan untuk tampil di Fribourg, Swiss, dalam Opening Parade Festival Folklore Internasional. Kesempatan tersebut diperoleh berkat eksposur dan jangkauan audiens yang berkembang melalui platform digital seperti YouTube dan Instagram.

Baca Juga : Wamen Ekraf: Seni Rupa Tak Cuma Estetika tapi Penggerak Ekonomi Kreatif

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga efektif dalam mendistribusikan karya di subsektor seni pertunjukan.

Di tengah situasi krisis, PPST Kencana Mas membuktikan bahwa proses kreatif tetap dapat berjalan dengan cara yang berbeda. Seni tidak berhenti, melainkan bertransformasi, tetap produktif, relevan, dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.


Sumber : Instagram @ppst.kencanamas

Pandemi yang semula menjadi tantangan justru membentuk babak baru bagi PPST Kencana Mas. Dari keterbatasan ruang gerak, sanggar ini menemukan cara untuk beradaptasi melalui pemanfaatan platform digital, sekaligus memperluas ruang berkarya dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Baca Juga : Hadiri ArtMoments Jakarta 2026, Menteri Ekraf Perkuat Peran Seni Rupa di Kancah Global

Transformasi ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panggung fisik, tetapi juga dapat berkembang melalui distribusi digital sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Berbekal pengalaman tersebut, PPST Kencana Mas tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang sebagai pelaku ekonomi kreatif yang lebih adaptif, kompetitif, dan siap mengambil peran dalam dinamika industri kreatif yang terus bergerak.

PPST Kencana Mas
Perkumpulan Pencinta Seni Tari