Satu Dekade Indonesia Comic Con, Wamenekraf Harapkan Pop Culture Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 7 September 2026
Satu Dekade Indonesia Comic Con, Wamenekraf Harapkan Pop Culture Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Jakarta, 7 September 2026 – Satu dekade Indonesia Comic Con (ICC) menunjukkan konsistensi ekosistem budaya pop (pop culture) sebagai salah satu pilar strategis pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) pun mendorong keberlanjutan ICC sebagai wadah pertumbuhan talenta, komunitas, serta industri kreatif berbasis pop culture.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima audiensi penyelenggara ICC di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Indonesia Comic Con telah menjadi bagian dari perjalanan perkembangan budaya pop di Indonesia selama satu dekade. Konsistensi menghadirkan kreator, komunitas, dan pelaku industri menunjukkan bahwa ruang seperti ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif," ujar Wamenekraf Irene Umar saat menerima audiensi penyelenggara ICC di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (7/9).

Perayaan satu dekade ICC direncanakan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo dan Arena Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan beragam elemen budaya pop, mulai dari komik, mainan, film, gim, musik, cosplay, hingga komunitas kreatif. Sejak debut pada 2015, ICC secara konsisten ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya penggemar, tetapi juga berkembang sebagai tempat bertemunya fandom dan aktivitas komersial, sehingga membuka peluang bagi kreator dan pelaku industri untuk memperkenalkan karya.

Memasuki tahun ke-10, ICC kembali menghadirkan Raya Championship of Cosplay, ajang tersebut memberikan kesempatan cosplayer untuk menunjukkan talenta dan kreativitas dalam budaya pop. Director of Panorama Media, Andita Tirtawisata, mengatakan ICC juga menjadi wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan kekayaan intelektual (IP) lokal. Menurutnya, visi tersebut tercermin dari keterlibatan para kreator lokal dalam penyelenggaraan ICC.

“Tujuan kami visi-misinya tetap untuk menaikkan IP lokal. Itu memang sudah salah satu visinya kami. Kita pun ada beberapa di bagian floorplan itu memang banyak bagian kreator-kreator (lokal) juga. Secara individualnya pun pricing wise memang juga lebih murah dibandingkan yang sudah lebih ada brand-nya untuk cara mendukung kita terhadap kreator-kreator seperti itu. Kita hadir bukan hanya berupa festival atau berupa convention yang benar-benar selebrasi, tapi juga menaikkan industri dari kreativitasnya juga gitu," ujar Andita.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.

ICC juga menghadirkan Indonesia Cosplay Grand Prix, kompetisi cosplay nasional yang menjadi panggung bagi talenta Indonesia untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan pertunjukan. Rangkaian pendahuluan telah berlangsung di lima wilayah, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Palembang, Bandar Lampung, dan Malang. Tim pemenang akan melaju ke babak final dan berkesempatan mewakili Indonesia dalam World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang.

Sementara itu, Project Manager Indonesia Comic Con, Lulu Anwar, mengatakan ICC tahun ini turut berkolaborasi dengan Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) dalam mendorong pertukaran kreator antara Indonesia dan Hong Kong. Selain itu, ICC memiliki intellectual property (IP) bernama Kapten Sultan yang terbuka untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan berbagai pihak.

“Indonesia Comic Con sendiri itu adalah reuninya teman-teman pop culture dengan lima pilar yaitu ada komik, toy, movie, music, dan game. Semuanya itu kita balut dengan lifestyle seperti cosplay. Di tahun ini pun kami membuat tema menjadi 10 tahunnya Indonesia Comic Con dengan harapan kita punya semua stakeholders di mana industri ekonomi kreatif ini pelaku ekonomi kreatif ini bisa terus maju," ujar Lulu.

Turut hadir dalam audiensi yaitu Senior Vice President UniPin Global, Debora Imanuella, serta Event & Community Manager UniPin, Laura Denali. Sedangkan Wamenekraf turut didampingi oleh Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI