Sumedang, 13 Oktober 2026 – Presiden ke-6 RI sekaligus Chairman The Yudhoyono Institute, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya keberlanjutan transformasi bangsa melalui kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad). Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya berbicara tentang pentingnya pengembangan talenta muda dan pemanfaatan inovasi kampus sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, menghadiri orasi ilmiah Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Sumedang, Rabu (13/10/2026).
“Para pemimpin setiap generasi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan transformasi bangsa tidak terhenti. Kepentingan jangka pendek, termasuk kepentingan politik, tidak boleh mengesampingkan tujuan jangka panjang negara. Kita harus memastikan kemajuan Indonesia dalam 10, 20, hingga 30 tahun mendatang tetap bergerak ke arah yang benar,” ujar SBY dalam orasi ilmiahnya di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (13/10).
SBY juga menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu tantangan dalam transformasi digital. SBY menekankan pentingnya pengelolaan teknologi secara bertanggung jawab agar kemajuannya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan, perekonomian, dan berbagai sektor strategis, sekaligus mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan.
Menteri Ekraf yang turut hadir dalam kegiatan yang bertema FISIP Unpad untuk Indonesia: Merawat Integritas, Menggerakkan Inovasi, dan Membangun Kolaborasi memandang perguruan tinggi sebagai salah satu sumber lahirnya gagasan dan karya kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk maupun layanan bernilai ekonomi. Penguatan hubungan antara dunia akademik dan industri menjadi penting untuk memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
“Potensi kreativitas di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada gagasan atau hasil penelitian. Inovasi harus memiliki jalur menuju industri, memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, dan mampu menjangkau pasar. Di sinilah kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi penting agar karya generasi muda dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, serta para pemangku kepentingan dalam peringatan Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad. Arief menilai perjalanan panjang fakultas tersebut telah memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa melalui pengembangan keilmuan, kiprah alumni, serta pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kontribusi perguruan tinggi tidak cukup hanya melalui pemikiran akademis, tetapi juga harus diwujudkan melalui peran nyata dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa. Kami ingin FISIP Unpad terus memperkuat kontribusi tersebut, sejalan dengan arah pengembangan Unpad sebagai perguruan tinggi yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Arief.
Melalui momentum Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad, Kementerian Ekraf berharap sinergi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam mempercepat pemanfaatan inovasi, meningkatkan daya saing talenta kreatif, dan membuka peluang usaha baru. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kontribusi ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif









