Jakarta, 21 Oktober 2025 – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025 yang berkontribusi sebagai forum internasional untuk mengidentifikasi isu strategis dan mendukung pengembangan kebijakan ekonomi kreatif global. Menteri Ekraf Teuku Riefky menyebut FCE Meeting 2025 menjadi rangkaian dalam perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober 2025 dan rekomendasi perumusan agenda ekonomi kreatif dunia pada World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-5 tahun 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan keterangan kepada media dalam sesi doorstop usai Opening Session friends of Creative Economy Meeting (FCE) 2025 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
“Dalam penyusunan agenda WCCE ke-5 tahun depan, kita perlu berkolaborasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang, semua pihak harus memupuk semangat ‘kreatif inklusif’. Prinsip WCCE ini menjadi landasan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal sehingga FCE Meeting 2025 bisa menghasilkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif global,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky saat membuka FCE Meeting 2025 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Agenda FCE Meeting 2025 sebagai bentuk tindak lanjut kolaborasi yang didukung Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diikuti 434 peserta terdaftar secara hybrid termasuk perwakilan dari 51 negara. Menteri Ekraf Teuku Riefky berharap FCE Meeting 2025 dapat menghubungkan dan mengeksplorasi peluang kebijakan global yang sepadan dengan masa depan ekonomi kreatif yang dinamis.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kita berkumpul dalam FCE Meeting 2025 untuk mendengar dan menyimak wawasan serta kontribusi berharga yang membentuk jalan ekonomi kreatif ke depan. Melalui tema ‘Glocalisation of Creative Economy: Policies, Practices, Partnerships’, ekonomi kreatif dapat menjadi pusat perhatian dengan mengeksplorasi bagaimana kebijakan internasional dapat selaras dengan praktik dan kearifan lokal, serta seperti apa lanskap kreatif lokal bisa membentuk standar global,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi juga menyampaikan laporan terkait FCE Meeting 2025 yang diharapkan dapat menjadi diskusi yang produktif dan bermanfaat sehingga ekonomi kreatif bisa berkembang sepenuhnya mewujudkan potensi tiap subsektor ekraf sebagai mesin pertumbuhan global.
“Dengan mengubah kreativitas dan inovasi menjadi sumber ekonomi yang kuat, hal ini tidak hanya menghasilkan kesejahteraan tetapi juga memberdayakan generasi muda dan perempuan, serta berkontribusi menjadikan kota-kota dari tiap negara lebih layak huni melalui penggabungan budaya dan kearifan lokal,” ujar Deputi Cecep.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Zelda Wulan Kartika menjelaskan perlunya kerja sama internasional yang inklusif. Indonesia siap memfasilitasi dan mendukung upaya inovatif serta kolaboratif untuk memastikan bahwa kreativitas bukanlah hak istimewa segelintir orang, melainkan kekuatan bagi banyak orang.
“Ekonomi kreatif hanya dapat mencapai potensi sepenuhnya jika semua orang dapat berpartisipasi, berkontribusi, dan berdampak. Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama konkret dengan berbagai mitra di tingkat bilateral, regional, dan internasional. Kementerian Luar Negeri telah membentuk unit baru untuk meningkatkan diplomasi ekonomi yang disebut Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan,” kata Zelda.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Agenda FCE Meeting 2025 mengangkat empat subtema yang menjadi perhatian pembangunan dunia seperti Planet, People, Prosperity, Partnership, and Peace (5P) sebagai dasar tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Bertepatan dengan 1 tahun Kementerian Ekraf, beberapa pencapaian ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan potensi dan pertumbuhan pesat, di antaranya:
- Nilai ekspor neto produk ekonomi kreatif tumbuh sebesar 67 persen dengan total 25 miliar dolar AS dengan rentang waktu 11 tahun dari 2013-2024.
- Nilai tambah ekonomi kreatif terhadap PDB melonjak sekitar 119 persen, dari Rp 700 triliun menjadi Rp 1.532 triliun.
- Angka penyerapan lapangan kerja meningkat hingga 89 persen dari 14 juta pekerja menjadi 26,47 juta pekerja yang menggeluti industri kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky yaitu Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Deputi Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf, Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan.
Tampak hadir pula Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto beserta 13 Duta Besar dari Azerbaijan, Kosta Rika, Ethiopia, Iran, Kazakhstan, Armenia, Rumania, Kamboja, Rwanda, Swiss, Kuwait, Tunisia, dan Uni Emirat Arab.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
